Sumenep, 20/7 (Media Madura) – Perssu Sumenep masih kesulitan bangkit dari posisi dasar klasemen grup 6 Liga 2 Indonesia setelah meraih minim poin di putaran pertama kualifikasi grup.

Perssu hanya sukses mengemas empat poin dari enam laga yang sudah dijalani, hasil terbaik Laskar Kuda Terbang hanya menang tipis 1-0 atas Sidoarjo United dan seri 4-4 dengan Persewangi Banyuwangi.

Sementara di laga terakhir, tim besutan carataker Jamal Yastro ini dibekuk PSBK Blitar dengan skor 3-1 di Stadion Soeprijadi Blitar.

Dengan hasil minor tersebut, hampir mustahil tim kebanggaan Peccot Mania ini dapat mewujudkan target semula yakni lolos ke Liga 1 atau setidaknya bertahan di Liga 2 Indonesia.

Karena berdasarkan regulasi, tim yang bertahan dikasta kedua liga hanya peringkat 1 dan 2 atau tim yang lolos 16 besar, sementara peringkat 3 dan 4 melalui babak play off.

“Tentu kami masih akan terus berusaha bangkit untuk meraih hasil-hasil terbaik di putaran kedua,” ujar Manajer Perssu, Achmad Fauzi menanggapi nasib buruk timnya di musim ini.

Namun, dalam posisi Perssu yang sudah tidak ideal, Fauzi mengaku, jajarannya sudah tidak akan Memaksakan diri untuk mengejar target yang sudah dipatok sejak awal.

“Ya, karena masih putaran ada putaran kedua, maka paling nggak Perssu merebut posisi tiga atau empat sampai akhir putaran,” ungkapnya singkat.

Untuk ketahui, sempat merengkuh juara tiga pada turnamen Indonesia Soccer Championship (ISC) B 2016, penampilan Perssu musim ini memang jauh dari espektasi masyarakat Sumenep.

Bahkan, gara-gara hasil buruk yang terus menerus diraihnya, Perssu sudah dua kali berganti pelatih serta bongkar pasang pemain. Namun, hingga kini penampilan terbaik yang diinginkan itu belum juga datang.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan