Sampang, 15/6 (Media Madura) – Ketua Komisi IV DPRD Sampang Amin Arief Tirtana, secara tegas menolak kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy terkait Kebijakan sekolah 8 jam sehari dari Senin hingga Jumat.

Menurutnya, kebijakan itu tidak cocok dengan muatan lokal pesantren di wilayah Madura khususnya Kabupaten Sampang.

“Menolak kebijakan itu karena alasan lainnya sistem pelajaran untuk Madrasah Diniyah (Madin) sampai sekarang sudah berlangsung baik,” ucap Amin ditemui di ruangannya, Kamis (15/6/2017).

Untuk itu, tak perlu penerapan sekolah 8 jam sehari tersebut dilaksanakan di pendidikan Sampang. Jika tidak, maka harus mengubah tatanan atau pengkajian ulang.

Amin memastikan, pihaknya dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Sampang untuk membicarakan secara jauh kebijakan tersebut.

Untuk diketahui, terkait program sekolah dari Senin hingga Jumat, hal itu diterapkan atas dasar beban kerja Aparatur Sipil Negara (ASN).

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan