Pamekasan, 11/5 (Media Madura) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan, Madura, Jawa Timur menahan dua kepala desa (kades), terkait kasus dugaan penyelewengan beras miskin (Raskin)

Kedua kades tersebut kata Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pamekasan, Eka Hermawan, yakni Kades Blumbungan, Kecamatan Larangan, Junaidi dan Kades Branta Tinggi, Kecamatan Tlanakan, Sahrul Efendi.

“Dua kades tersebut langsung kami tahan sejak kemarin (Rabu 10/5. red) untuk dimintai keterangan,” katanya, Kamis (11/5/2017).

Keduanya diduga mendistribusikan raskin tidak sesuai dengan ketentuan kepada rumah tangga sasaran penerima manfaat (RT-SPM), antara tahun 2014 hingga tahun 2015.

“Bahkan hanya didistribusikan tiga kali saja selama satu tahun yang semestinya 13 kali dengan raskin ke 13,” tambah Eka.

Keduanya langsung ditetapkan sebagai tersangka, ia ditahan selama 20 hari, kemudian diperpanjang lagi selama 40 hari sebelum disidangkan. Akibat perbuatan dua kades itu, negara diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp 647 juta. Dengan rincian, Desa Blumbungan sebesar Rp 500 juta dan Desa Branta Tinggi sebesar Rp 147 juta.

“Kerugian berpotensi bertambah, ini masih hitungan sementara dari inspektorat, jadi masih Belum semua dihitung karena harus dihitung dengan jumlah penerima,” tutur Eka.

Dalam kasus ini Eka berujar, telah memeriksa 50 saksi untuk Kades Blumbungan dari jumlah 1.024 RTSPM dan 30 saksi untuk Kades Branta Tinggi dari jumlah 165 RTSPM.

“Kita akan segera meminta jumlah lengkap kerugian negara kepada inspektorat nanti. Karena setelah penuntutan kita akan limpahkan kepada pengadilan tipikor,” pungkasnya.

Reporter: Rifqi
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan