Pamekasan, 8/5 (Media Madura) – Pak Kud warga Dusun Sakolaan, Desa Duko Timur, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, berada di rumahnya bersama istrinya saat benda diduga bom meledak.

Menurut Pak Kud, pada saat kejadian dirinya masih belum tidur. Ia sedang merokok di kursi teras rumahnya, sedangkan isterinya baru masuk kakamarnya.

“Pada saat bunyi ledakan saya sedang merokok, kira-kira pukul 02.24 WIB,” katanya, Senin (8/5/2017).

Waktu kejadian, tambah Pak Kud, dirinya tidak lari, bahkan ia sempat memanggil pelaku untuk mengajak duel, namun sayang pelaku tidak berani menampakkan batang hidungnya.

“Saya hanya berteriak kalau berani ayo satu lawan satu, kalaupun mati biar mati bersama-sama,” paparnya saat ditemui di rumahnya.

Sementara Kasatreskrim Polres Pamekasan, Ajun Komisari Polisis Bambang Hermanto, saat di Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengatakan, akibat insiden teror tersebut setidaknya ada empat benda diduga bom yang dilempar dari belakang, dua diantaranya tidak meledak.

”Ada dua benda yang kami temukan, dan itu sudah diamankan ke Mapolres,” tegasnya.

Mantan Kapolsek Larangan itu belum memastikan motif pelaku melakukan teror kepada Pak Kud. Teror tersebut mengakibatkan dinding rumah, genteng sebagian hancur, televisi, sound aktif dan lemari beserta isinya rusak berat. Kerugian ditaksir mencapai 5 juta rupiah.

“Tidak ada korban jiwa, informasinya dari masyarakat dia memiliki ilmu santet. Tapi kami belum bisa pastikan karena kami sedang melakukan peyelidikan,” tutupnya.

Reporter: Rifqi
Editotor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan