Sampang, 19/3 (Media Madura) – Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur menargetkan 39 Desa di wilayah itu menjalankan program Open Defication Fress (ODF) atau bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) tahun 2017.

Sekeretaris Dinas Kesehatan Sampang Asrul Sani mengatakan, gerakan ODF atau BABS tersebut untuk menanggulangi gizi buruk dan menciptakan akses air bersih. Gizi buruk dan akses air bersih ini erat kaitannya dengan budaya masyarakat yang masih melakukan mandi cuci kakus (MCK) di sungai dan disembarangan tempat.

“Di Kabupaten Sampang sekarang belum sepenuhnya menggunakan program bebas BABS. Tapi target kami tahun ini ada 39 Desa yang telah menggunakan program itu,” jelas Asrul, Minggu (19/3/2017).

Asrul mengaku, akan bersinergi dengan pendekatan secara persuasif kepada pemerintah desa untuk pembangunannya. Sehingga di tahun 2019 bisa tercapai meski kecil kemungkinan. Pendekatan dengan beberapa tokoh dan pemerintah setempat untuk melancarkan program tersebut dengan berbagai cara seperti pemberitahuan pemahaman akan pentingnya keberadaan jamban di setiap desa agar kebersihan desa tetap terjaga.

Dia juga menuturkan bahwa faktor yang membuat program tersebut tidak berjalan lancar, salah satunya kondisi giokrafis pulau Madura, tak ayak kondisi tersebut akan sangat menyulitkan para fasilitator yang ada di Kabupaten Sampang.

“Madura khususnya Sampang masuk dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, selatan dan utara Sampang merupakan masyarakat pesisir, di tengah mayoritas pegunungan, banyak masyarakat yang tetap berprilaku BABS,” tambahnya

Dirinya menambahkan, bahwa program tersebut sudah berjalan di 106 Desa yang tersebar di 14 kecamatan se Kabupaten Sampang, namun lebih condom dilakukan oleh daerah kota dan sekitarnya.

“Rata-rata yang sudah melakukan program ini di kota dan pinggiran, selebihnya tersebar disemua kecamatan,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan