Pamekasan, 15/3 (Media Madura) – Jumlah penderita penyakit kusta di Jawa Timur pada tahun 2016 mengalami peningkatan, sekitar 23 persen penyumbangnya warga Madura.

Wakil Gubernur Jatim, Syaifulah Yusuf, saat berkunjung ke Pamekasan mengatakan, peninggakatan itu terjadi lantaran ada gerakan pendataan kusta di tahun 2015. Sehingga, banyak muncul penderita baru kusta yang tercatat.

“Dari hasil pendataan di semua Kabupaten/Kota, jumlah penderita meningkat, sedangkan penderitanya merasa malu untuk memeriksakan penyakitnya,” katanya, Rabu (15/3/2017).

Dijelaskanya, jumlah penderita kusta di Jatim tahun 2015 4.183 orang, sedangkan di tahun 2016 sebanyak 4.807 orang. Dari jumlah itu, 23 persen dari Pulau Madura.

“Se Indonesia Jawa Timur nomor tiga, sedangkan Madura menyumbang 23 persen,” tambah Gus Ipul sapaan akrabnya Syaifullah Yusuf.

Pria berkumis tipis itu berkomitmen untuk mengurangi penderita penyakit kusta itu, karena penyakit itu bisa diobati. Jadi, bagi masyarakat yang mempunyai tanda-tanda penderita untuk memeriksakan diri, biar bisa diobati.

“Kami memiliki target tahun 2017 ini penderita kusta menurun dengan program Jelita (Jawa Timur eliminasi kusta). Tidak ada biayanya alias gratis,” tutup Ipul.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan