Sumenep, 6/3 (Media Madura) – Konsep Sumenep Visit Year 2018 besutan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga (Disparbudpora) hingga saat ini belum jelas.

Pasalnya, dalam persiapannya, konsep tahun kunjungan itu terkesan amburadul. Bahkan terbaru, Disparbudpora mendadadak akan belajar wisata halal ke Pulau Lombok.

Padahal, sejak pertama kali didengungkan, nyaris tidak pernah terdengar wacana bahwa objek wisata di Sumenep akan dikelola dengan sistem syariah. 

Terbukti, sampai sekarang Pemkab Sumenep belum pernah melibatkan organisasi atau tokoh-tokoh keagamaan dalam upaya mempersiapkan wisata hialal tersebut. 

“Pemberitahuan dan informasi MUI akan dilibatkan (dalam persiapan visit year dan Bintek ke Lombok) belum ada,” kata Ketua MUI Sumenep, KH Safraji, Senin (6/3/2017).

Hanya saja Safraji mengakui, bahwa beberapa tahun yang lalu, soal pariwisata halal sudah menjadi atensi Pemerintah Provinsi dan MUI Jawa Timur.

“Dan MUI di Madura ini dibagi, seperti MUI Bangakalan membahas Industrialisasi Islami, Sampang Pendidikan Islami, Pamekasan Budaya Islami dan MUI Sumenep kebagian Parawisata Islami,” paparnya.

Bahkan, lanjut Safraji, MUI se Madura telah membukukan memiliki pedoman yang disebut pariwisata syariah itu, diantaranya berisi, tempat ibadah itu harus ada tempat ibadah, pengunjung harus mengikuti aturan syariat serta adanya label-label syariat. 

“Jadi, wisata halal itu semua berkenaan dengan corak-corak Islami, dan jika pedoman itu memang dibutuhkan untuk pengembangan wisata halal Sumenep, pedoman itu rencananya akan kami serahkan ke Disparbudpora,” tandasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan