Pamekasan, 20/2 (Media Madura) – Sejumlah catatan dilayangkan operator penyelenggara kepada manajemen Madura United usai menjadi tuan rumah turnamen Piala Presiden 2017. Catatan tersebut mengenai verifikasi Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP), Pamekasan persiapan Liga 1 Indonesia.

Manajer Madura United, Haruna Soemitro mengatakan, ada banyak catatan yang harus dipenuhi dan diperhatikan untuk persiapan verifikasi stadion selanjutnya. Diantaranya, lapangan tidak rata, kondisi lapangan keras, area teknik dipenuhi krikil, akses dari VIP ke area teknik tidak ada, dan minim mobil pemadam kebakaran.

Sementara di tribun, tidak ada blok pembatas bagi suporter tim tamu, kenyamanan penonton terganggu dengan pagar rangka besi besar, serta pengeras suara yang kurang memadai.

Ditegaskan, bilamana catatan ini tidak segera dipenuhi oleh pengelola stadion dalam hal ini Pemkab Pamekasan, nasib Madura United di Pamekasan akan terancam. Fabiano Beltrame cs terancam tidak bisa menggunakan SGRP sebagai home base di Liga 1 mendatang.

“Bisa berlaga, tapi dengan standar yang harus dipenuhi dari operator. Jika itu tidak segera diperbaiki, Madura United terancam dari Pamekasan,” kata Haruna.

Haruna menjelaskan, Madura United tidak punya kewenangan dalam pembenahan stadion. Pengelolaan sepenuhnya ditangani Pemkab Pamekasan, Madura United hanya sebagai pemakai. Sehingga tidak bisa mendesak apalagi memberikan batas waktu pengerjaan kepada Pemkab Pamekasan.

“Sebagai user, kami tidak layak memberi deadline. Kami pemakai, tentu memakai sesuatu yang siap dipakai. Regulator dan operator jika tidak menyetujui pengajuan stadion, tentu kami harus cari alternatif,” tegasnya.

Semakin dekatnya jadwal bergulirnya Liga 1, yang rencana aka digelar Maret mendatang, membuat Madura United harus bergerak cepat untuk menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapi. Kini pihak manajemen siap-siap mencari alternatif lain untuk home base baru mereka nanti. Pilihannya, kembali lagi ke Bangkalan atau berhome base di Sidoarjo.

“Andai 26 Maret kompetisi Liga 1 dieksekusi, sudah hampir pasti Madura United tidak bisa berhome base di sini. Kalau Madura United ditunjuk sebagai pengelola, kami siap mengelolanya. Kita ingin bersinergi dengan Pemkab Pamekasan,” ujarnya.

“Kami butuh kepastian siapa sesungguhnya yang bertanggung jawab atas pengelolaan stadion ini. Kami berharap bantuan semua pihak, mengingat Madura United sudah melekat di hati masyarakat Madura. Dan, Pamekasan menjadi tempat yang paling strategis,” Haruna menandaskan.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

1 KOMENTAR

  1. Pindah saja… toh dari dulu klub it memang pindah pindah. Sy harap pemkab tidak usah trpancing mslah ini. Ini hanya akalakalan sumitro spy bisa mnglola stadion…..

Tinggalkan Balasan