Pamekasan, 20/2 (Media Madura) – Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dalam sehari di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, bisa menghasilkan sampah sebanyak 160 meter kubik.

Kepala DLH Pamekasan Amin Jabir menuturkan, sampah-sampah tersebut merupakan sampah rumah tangga yang ada di Pamekasan. Apabila sampah tersebut tidak tertangani sengan baik maka akan menjadi persoalan besar.

Sampah-sampah tersebut, kata Jabir sapaan akrab Amin Jabir, kedepan akan dikelola di sejumlah tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) sebelum dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Khusus pengelolaan sampah ini kita punya program unggulan, yakni program kosong seratus kosong, kosong yang pertama kita akan meyakinkan masyarakat bahwa tidak akan ada lagi sampah yang dibuang oleh masyarakat ke lingkungan, jadi di-nol-kan” paparnya.

Jabir juga menjelaskan, seratus yakni sampah seratus persen akan dikelola di tingkat sumber, yaitu TPST, bank sampah, TPS3R dan rumah kompisnya.

“Nol yang terakhir yakni TPA. Kita berharap nantinya di TPA menjadi nol, tidak ada lagi sampah yang dibuang ke TPA. Karena kalau sampah sudah dikelola di tingkat TPST maka sampah yang dibuang ke TPA hanya berupa sampah residu, hanya komposnya saja,” tegasnya.

Apalagi, saat ini DLH telah mempunyai fasilitas pengelolaan sampah moderen, yakni sanitari landfill di TPA Angsanah. Sanitari Landfill sendiri merupakan tehnologi pembuangan sampah terkini yang pengoperasiannya minim resiko pencemaran lingkungan.

Sanitari landfill ini merupakan tekhnologi terkini dengan mempertimbagkan keselamatan empat hal, yakni manusia, tanah, air dan udara.

Sampah yang diolah di sanitari landfill itu merupakan residu yakni jenis sampah yang telah selesai di proses di tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) dan akan dikelola menjadi sumber energi berupa gas dan bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar.

Penulis : Arif
Editor : Ahmadi

Tinggalkan Balasan