Sampang, 3/2 (Media Madura) – Banjir yang melanda Kota Sampang, Madura, Jawa Timur selama tiga hari berturut-turut menyebabkan kerusakan berbagai fasilitas umum dan infrastruktur. Termasuk sejumlah ruas jalan mulai mengelupas hingga berlubang akibat terendam banjir.

Salah satunya di Jalan KH Hasyim Asyari Sampang menuju Kota Pamekasan ini tampak hancur, meski baru saja dilakukan perbaikan jalan tidak membuat aspal-aspal jalan ini kuat karena tergerus air banjir yang melanda kawasan tersebut.

Sehingga lubang mulai berdiameter kecil hingga besar menjadi bagian jalan di kawasan itu. Sebagian ruas jalan juga bergelombang. Jalan yang rusak ini mengancam keselamatan pengendara. Tak terkecuali mengakibatkan kecelakaan yang menelan korban jiwa.

“Setiap terjadi banjir Sampang banyak jalan mengelupas. Apakah tidak kuat menahan gerusan air banjir atau kualitas pengerjaan jalan yang menjadi pemicunya,” kata Noerdiansyah salah satu mahasiswa asal Kabupaten Sampang, Jumat (3/2/2017).

Pria yang akrab disapa Erdik ini berharap pemerintah segera tanggap memperbaiki kerusakan jalan sebelum menelan korban jiwa. Termasuk mencarikan solusi menimalisir terjadinya banjir karena masyarakat terdampak mulai resah banjir yang kerap melanda dalam hitungan bulan.

“Masak banjir tidak genap 1 bulan sudah berkali-kali melanda pemukiman warga khususnya Kota Sampang. Ini yang membuat perekonomian dan jalur lalu lintas lumpuh,” tegasnya.

Tak hanya itu, pantuan dilapangan sebagian rumah penduduk yang berdiri di sepanjang daerah aliran Sungai Kamuning mengalami kerusakan di bagian dapur belakang dan terancam ambruk akibat diterjang banjir sehingga semakin memperparah terjadinya erosi.

Kerusakan itu juga terjadi pada pagar dinding penahan aliran sungai di Jalan Agus Salim. Kondisinya saat ini sudah ambruk tergerus aliran air sungai.

Bahkan, beberapa waktu lalu akibat abrasi sebuah ruko milik warga ambruk rata dengan tanah. Kejadian dipicu oleh terganggunya keseimbangan alam di bibir sungai.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala BPBD Sampang Anang Djoenaidi menjelaskan hingga kini pihaknya belum bisa menilai kerugian akibat banjir selama tiga hari di bulan Februari 2017 tersebut.

“Kita belum merekap data keseluruhan termasuk jumlah Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir,” singkatnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan