Pamekasan, 23/1 (Media Madura) – Sri Sifwati, Guru Bimbingan Konseling (BK) Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, malah bersyukur siswanya ditangkap Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Menurut Sri, dirinya bersyukur karena siswanya hanya sekedar tidak masuk sekolah dan tidak terlibat tindakan kriminal, atau penggunaan obat-obatan terlarang. Sehingga hanya berurusan dengan penegak Perda.

“Saya patut berterima kasih pada Pak Satpol PP, karena ikut menjaga anak didik kami, dan bersyukur tidak ditangkap Polisi,” katanya, Senin (23/1/2017) siang.

Dengan begitu, tambah Sri, ia hanya akan memberikan tindakan khusus. Minimal ia akan mewajibkan siswa tersebut belajar di ruangannya.

“Masih beruntung bukan kasus Narkoba, kalau hanya kasus bolos sekolah ini menjadi tanghung jawab kami, mudah-mudahan kejadian ini dijadikan pelajaran,” tambahnya.

“Dan Kita mempunyai kewajiban untuk mendidik anak tersebut, makanya saya akan didik. Apalagi ia tercatat tidak pernah melanggar,” sambungnya tegas.

Untuk diketahui, siswanya berinisial MYA (18) yang tercatat warga Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, diamankan Satpol PP saat razia rutin, berseragam lengkap saat jam sekolah berlangsung.

Ia terjaring razia saat berada di dalam satu kamar kos bersama dua orang cewek masing-masing SMF (17) siswi SMKN 3, KTM (16) siswi SMPN 4, keduanya warga Jalan Agussalim, Pamekasan.

Penulis: Rifqi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan