Beranda blog Halaman 30

Komentar Postingan WhatsApp Berujung Pembacokan di Sampang, Satu Pemuda Tewas

Sampang, (Media Madura) – Pengunjung Rumah Sakit Daerah (RSD) Ketapang digemparkan dengan adanya perkelahian dua pemuda di area halaman parkiran hingga mengakibatkan satu orang tewas.

Peristiwa ini terjadi di RSD wilayah Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, pada Senin (5/5/2025) malam pukul 20.00 WIB.

Korban berinisial NH (22), warga Dusun Kombang, Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, tewas bersimbah darah usai dibacok pelaku.

Kapolres Sampang AKBP Hartono mengatakan bahwa kejadian bermula saat keduanya terlibat cekcok lewat media sosial dan saling menantang berkelahi hingga akhirnya korban dan pelaku bertemu di area parkiran rumah sakit.

Insiden berdarah ini dipicu dari status WhatsApp pelaku yang diunggah melalui ponsel kekasihnya. Postingan status tersebut ditanggapi komentar oleh korban dengan bernada sindiran.

“Saat itu pelaku inisial FA (21) bersama rekannya yang berjaga parkiran di rumah sakit dengan mengunggah foto status namun dikomen sama korban, dianggap menyinggung perasaan akhirnya pelaku cekcok dan berlanjut saling menanyakan keberadaan,” ujar Kapolres Sampang kepada wartawan, Selasa (6/5/2025) siang.

Saat keduanya bertemu di area parkiran, cekcok dan perkelahian pun tak terelakan. Korban awalnya sempat menampar pelaku.

Lantaran semakin tersulut emosi, pelaku akhirnya mengeluarkan sebilah celurit yang disimpan dibalik baju pinggang kiri. Pelaku langsung membacok korban ke arah dada secara membabi buta.

“Sempat ingin menyelamatkan diri berlari keluar area parkiran, namun korban terjatuh terkapar dan nyawanya tidak tertolong meski mendapat penanganan medis,” terangnya.

Tak selang waktu lama, aparat kepolisian mengamankan pelaku FA di lokasi kejadian beserta barang bukti sebuah ponsel dan senjata tajam celurit.

Guna pemeriksaan lebih lanjut, tersangka merupakan warga Kampung Nangger, Dusun Taman, Desa Ketapang Laok, itu dibawa ke Mapolres Sampang.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 354 junto Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

Mas AB Terpilih Sebagai Ketua Pelti Sampang Periode 2025-2029

Sampang, (Media Madura) – H Abdullah Hidayat alias Mas AB resmi terpilih sebagai Ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Sampang periode 2025-2029. Pelantikan tersebut digelar di Aula Hotel Bahagia, Sampang, Kamis (1/5/2025).

Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sampang itu kedua kalinya menjabat Ketua Pelti Sampang untuk periode 2021-2025 dan 2025-2029. Ia pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya terutama Pengurus Provinsi Jawa Timur.

“Saya sangat berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan dari semua pihak untuk kembali memimpin Pelti Sampang,” ucap Mas AB dalam sambutannya, Kamis.

Mantan Wakil Bupati Sampang 2019-2024 ini menyatakan, siap bekerja keras memajukan tenis Sampang untuk mencetak atlet-atlet yang berprestasi.

Fokus utamanya ialah pengembangan atlet muda melalui pembinaan dan penjaringan regenerasi menuju turnamen maupun berbagai kejuaraan bergengsi.

“Selama ini Cabor tenis lapangan memiliki sejumlah atlet terbaik yang telah banyak mengukir prestasi di tingkat regional hingga nasional, contohnya seperti Bayu Wirahadi, Lukman Praditya, dan Gunawan Trismuwantara,” kata dia.

Abdullah Hidayat bukan nama asing di dunia olahraga. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Sepakbola Sampang (Persesa) sejak tahun 2015.

Dibawah kepemimpinannya sebagai Ketua Pelti Sampang, dia memiliki kesiapan menyambut Pekan Olahraga Jawa Timur (Porprov Jatim) ke-IX yang akan digelar di Malang pada Juni 2025 mendatang.

“Kita akan kirim 4 atlet mengikuti Porprov, targetnya harus membawa pulang Medali tahun ini,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Pengprov Pelti Jawa Timur Ismed Jauhar saat sambutannya di Sampang, mengaku sangat yakin Pelti Sampang akam terus memiliki prestasi tinggi.

Salah satunya pernah mengantarkan atlet terbaik mewakili Indonesia mengikuti event ASEAN University Games (UAG) 2024, Kejuaraan Tenis Lapangan Nasional, dan Turnamen Tenis Internasional ITF Junior Widjojo Soejono di Surabaya pada 2024.

“Tidak ragu sekali beliau (Mas AB-red) ini sangat luar biasa, dedikasinya melahirkan atlet-atlet olahraga yang berkualitas,” ujarnya.

Ismed berharap kerjasama serta sinergitas antar Pengurus Pelti sangat penting dalam merajut kesolidan tim demi membawa tenis Indonesia ke level lebih tinggi.

“Semua harus solid dan bisa menangkap peluang-peluang baru sesuai tema yang diusung pelantikan ini sukses organisasi sukses prestasi,” tuturnya.
 
Pelantikan turut dihadiri, Wakil Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sampang Imam Sanusi, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disporabudpar Sampang Isma Ulfa, Ketua Umum BPD Gapensi Jatim M Syarifudin, serta sejumlah Ketua Cabang Olahraga (Cabor) di Sampang.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

Manajemen Madura United Keluhkan Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan: Kecewa Berat

0

Pamekasan, (Media Madura) – Manajemen Madura United mulai hilang kesabaran. Pasalnya, mereka kecewa dengan BPJS Ketenagakerjaan. Mereka menuding pelayanan BPJS Ketenagakerjaan lamban.

“Kami sangat kecewa berat terhadap pelayanan BPJSTK. Pelayanan yang sangat lambat dan seakan mempersulit pasien untuk segera berobat,” kata Manajer Madura United, Umar Wachdin.

Umar memberikan perkembangan terkait cedera, Lulinha. Pemain asal Brasil itu terpaksa ditarik di menit-menit awal karena ada masalah dengan kaki saat Madura United menghadapi Arema FC.

“Lulinha yang absen karena cedera yang dialaminya hingga saat ini masih belum mendapatkan pelayanan maksimal,” ungkapnya.

Bahkan, karena imbasnya pelayanan BPJS Ketenagakerjaan yang kurang maksimal, sang kapten tim bisa tidak ikut dalam lawatannya ke markas Semen Padang, pada Minggu (4/5/2025) mendatang.

“Kami terancam kehilangan pemain penting untuk menghadapi pertandingan selanjutnya,” ujarnya.

Padahal, menurut Umar, Lulinha sudah mendapatkan surat rekomendasi dari dokter ortopedi untuk dilakukan Magnetic Resonance Imaging (MRI).

“Kami udah langsung mencoba untuk melakukan segera di salah satu rumah sakit Surabaya. Tapi, rencana tersebut tidak disetujui oleh pihak BPJS ketenagakerjaan,” ucapnya.

“Kami ini klub sepak bola, cedera adalah urgensi bagi kami dalam upaya penanganan, mengapa lambat dan dipersulit,” pungkas Umar. (Zainol/Arif)

Terobos Lampu Merah, Ibu Meninggal Dunia dan Anak Luka-Luka

0

Sampang, (Media Madura) – Seorang ibu pengendara sepeda motor yang membonceng dua orang anaknya tewas usai menerobos lampu merah di kawasan Jalan Lingkar Selatan (JLS) tepatnya di perempatan Jalan Raya Desa Aengsareh, Kota Sampang, Rabu (30/4/2025).

Kecelakaan maut itu terekam kamera CCTV milik warga. Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.00 WIB.

Kasat Lantas Polres Sampang AKP Sigit Ekan Sahudi mengatakan, korban merupakan pensiunan PNS meninggal dunia setelah bersenggolan dengan kendaraan minibus. Sedangkan dua orang anaknya mengalami luka-luka.

“Pengemudi motor meninggal dunia di rumah sakit usai mendapat perawatan medis,” ucapnya, Rabu.

Awalnya, dari arah selatan korban membonceng dua anaknya yakni R dan L menaiki Honda Vario putih bernopol M-4400-QO yang berupaya menerobos lampu merah.

Seketika itu, dari arah barat menuju timur mobil minibus bernopol B-9003-TXV dikemudikan H (32) warga Desa Beringin, Kecamatan Tambelangan, Sampang, yang baru berjalan setelah lampu hijau.

Akhirnya tabrakan pun tak terhindarkan. Motor korban menabrak samping kanan sisi depan mobil Expedisi tersebut. Kerasnya benturan menyebabkan motor korban terjepit dan rusak parah di bagian depan.

“Korban berinisial S (66) warga Jalan Imam Bonjol, Kota Sampang,” terangnya.

Sigit menuturkan, pihaknya sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi mata di lokasi kecelakaan. Sang sopir minibus juga masih dimintai keterangan untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Untuk kendaraan yang terlibat kecelakaan sudah kita amankan di Unit Laka Lantas Polres Sampang,” pungkasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

Hitungan Detik Motor Jamaah Masjid di Sampang Digondol Maling

0

Dampang, (Media Madura) – Aksi pencurian motor milik jamaah masjid terekam kamera CCTV. Pelaku berhasil menggondol sepeda motor Honda matic hanya hitungan detik.

Peristiwa itu terjadi di Masjid Nurul Yakin, Dusun Karang Taman, Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, pada Senin (28/4/2025) kemarin pukul 10.49 WIB.

Rekaman CCTV terlihat pelaku memakai sarung dan berjaket hody warna hitam melancarkan aksinya seorang diri dengan berjalan kaki memantau situasi di lingkungan masjid.

Dalam hitungan detik, motor yang ditinggal pemiliknya berjamaah shalat dhuzur yang terparkir di halaman masjid langsung raib. Pelaku berhasil membawa kabur motor korban setelah membobol kunci motor menggunakan letter T.

Menurut Sakur (40), warga setempat mengatakan, aksi pencurian motor dilokasi kejadian kerap terjadi. Dengan begitu, warga berharap polisi bisa mengungkap kawanan pelaku curanmor yang meresahkan warga.

“Iya sering disini, mudah-mudahan berbekal rekaman CCTV pelaku segera terungkap dan diamankan,” ujarnya, Rabu (30/4/2025).

Kapolsek Camplong Iptu Bambang Budiyanto membenarkan kejadian tersebut. Pemilik motor sudah melapor aksi pencurian ini ke Mapolres Sampang.

“Kami juga sudah mendatangi lokasi kejadian untuk penyelidikan lebih lanjut, semoga dalam waktu dekat pelaku segera tertangkap,” singkatnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

28 Pasar Tradisional di Sampang Tak Capai Target PAD 2024

0

Sampang, (Media Madura) – Terdapat sekitar 28 Pasar tradisional yang tersebar di wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, belum mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.

Pansus DPRD Sampang mencatat target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi pasar tahun 2024 hanya mencapai 60 persen atau 3,2 miliar dari target 6 miliar.

“40 persen retribusi pasar tidak tercapai target PAD, ini sangat jauh dari harapan,” ucap Ketua Pansus LKPj DPRD Sampang Alan Kaisan, Selasa (29/4/2025).

Seharusnya capaian minimum retribusi pasar sekitar 90 persen dari target Rp 6 miliar. Namun hanya mencapai Rp 3.276.945.000 miliar.

Dikatakan Alan, kondisi memprihatinkan terutama keberadaan pasar terbesar di Sampang ialah Pasar Srimangunan, realisasi pendapatannya kurang dari 45 persen atau sekitar Rp 740 juta.

Padahal, pasar yang berada di tengah jantung Kota Sampang itu ditarget PAD Rp 2 miliar dari jumlah 859 kios dan 850 los pedagang.

“Itupun realisasinya tak mencapai target, dari 859 kios yang tersedia hanya 621 kios aktif atau 70 persen dengan realisasi Rp 300 juta, sedangkan 850 los pedagang hanya menyumbang PAD Rp 200 juta,” bebernya.

Dijelaskannya, retribusi pasar yang menjadi sumber PAD berasal dari pembayaran pelayanan penyediaan tempat/fasilitas, retribusi pasar hewan, dan sewa kios.

Saat ini, tim Pansus mendalami minimnya realisasi pasar dalam memberikan kontribusi pendapatan daerah. Disebabkan masalah pengelolaan termasuk ketidakpatuhan dan ketertiban pedagang atau terjadi kebocoran PAD.

“Apakah dari pedagang atau pengelola pasar, nanti kita dalami dan harus ditindak tegas,” kata Alan.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Sampang Choirijiah, saat dikonfirmasi menjelaskan, rendahnya capaian target PAD di tahun 2024 disebabkan adanya peralihan kebijakan.

Yaitu kebijakan tentang Undang-Undang Nomor 1 tahun 2022 dan Perda Nomor 61 tahun 2024, dimana pembayarannya beralih ke sistem tahunan untuk pedagang kios dan los.

“Kalau sebelumnya pembayaran retribusi menggunakan sistem harian dan tiga tahunan, karena perubahan ini sehingga banyak pedagang merasa keberatan, akibatnya banyak yang nunggak,” terang Choirijiah.

Mantan Kabid Penegakan Perda dan Penertiban Umum Satpol PP Sampang ini memaparkan, capaian PAD pasar tahun 2022 sebesar Rp 3,47 miliar, tahun 2023 naik menjadi Rp 3,56 miliar, dan tahun 2024 justru mengalami penurunan menjadi Rp 3,27 miliar.

“Capaian tahun 2024 ini kami rasa sudah cukup baik dalam masa transisi, kalau dihitung sebenarnya kami surplus Rp 60 juta dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun tidak capai target tetap optimis memperbaiki kinerja dalam upaya meningkatkan PAD serta siap melaksanakan rekomendasi Pansus,” tandasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

Bupati Sampang Ajak Generasi Muda Perangi Narkoba

Sampang, (Media Madura) – Bupati Sampang H Slamet Junaidi mengajak generasi muda untuk bersama-sama memerangi dan menjauhi peredaran bahaya narkoba saat memimpin kegiatan pemusnahan barang bukti narkotika dan deklarasi anti narkoba di Pendopo Trunojoyo Sampang, Selasa (29/4/2025).

“Kita semua tidak hanya untuk memusnahkan barang bukti, tetapi dengan mendeklarasikan tekad bersama bahwa Sampang harus bebas dan bersih dari bahaya narkoba demi masa depan generasi anak-anak kita,” ucap Slamet Junaidi, Selasa.

Pemusnahan barang bukti narkotika itu hasil ungkap kasus Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur selama periode Januari hingga April 2025. Totalnya mencapai 14.589,270 gram sabu dan 8.742,510 gram ganja.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Pusat Penelitian Data dan Informasi Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (Kapuslitdatin BNN RI) Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono, Kepala BNN Provinsi Jawa Timur Brigjen Pol. Awang Joko Rumitro.

Wakil Bupati Sampang Ahmad Mahfudz, Sekretaris Daerah Yuliadi Setiawan, Ketua DPRD Rudi Kurniawan, Forkopimda Jatim, Forkopimda Pemkab Sampang, Kepala BNN Kabupaten se-Jawa Timur, Kepala OPD, Camat, tokoh agama dan masyarakat, influencer muda, serta relawan antinarkoba.

Bupati Sampang menyebut, narkotika ialah musuh bersama yang harus dilawan. Sebab, peredaran narkoba ibarat racun yang menggerogoti mentalitas generasi muda Indonesia khususnya di Sampang, termasuk kelompok anak bawah umur maupun orang dewasa.

“Maka itu dihimbau kepada seluruh lapisan masyarakat bahu-membahu bersinergi dengan pemerintah dan aparat kepolisian untuk memberantas narkoba,” tuturnya.

Berdasarkan catatan BNNP Jawa Timur, Kabupaten Bangkalan dan Sampang memasuki zona merah peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Hal ini disampaikan Kepala BNNP Jawa Timur Brigjen Pol Awang Joko Rumitro.

Ia menyatakan, pentingnya sinergitas dan koordinasi antara elemen masyarakat dan pemerintah daerah serta BNNP dalam upaya menyelamatkan generasi muda. Banyak mendominasi kalangan anak muda terjerat kasus narkoba membawa keprihatinannya saat ini.

“Ada yang masih berusia 9 tahun sudah ditemukan mengkonsumsi narkoba, ini sangat miris, anak sekecil itu dirusak masa depannya oleh narkoba,” kata Awang Joko Rumitro.

Menurut dia, selain cara menggerogoti generasi muda juga ada modus licik para bandar dalam menjalankan bisnis narkoba di setiap kampung tempat tinggalnya. Yakni bandar menjadi sosok ‘Robin Hood’.

“Sang bandar itu mempekerjakan warga yang nganggur sebagai kaki tangannya bahkan bisa membantu membangun infrastruktur kampung,” bebernya.

Dirinya berharap, melalui kehadiran para ulama dan tokoh agama bisa menyadarkan masyarakat tentang bahaya narkoba. Karena dalam bentuk apapun narkoba tetaplah barang haram.

Dalam kesempatan itu, Kapuslitdatin BNN RI Brigjen Pol Sulistyo Pudjo Hartono mengapresiasi kegiatan tersebut karena bagian penting dalam rangka menyelamatkan negeri.

Dikatakan Sulistyo, pentingnya bersama-sama memutus mata rantai peredaran narkoba karena narkotika adalah ancaman nyata menghancurkan ekonomi sosial maupun pertahanan nasional.

“Pemusnahan barang bukti bukan hanya amanat hukum, tetapi membuktikan bahwa negara hadir untuk memberantas narkoba, inilah komitmen kita untuk melindungi masa depan bangsa,” terangnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

KNPI Sampang Gelar Sekolah SOP dan Kaderisasi

0

Sampang, (Media Madura) – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sampang menggelar kegiatan sekolah Standar Operasional Prosedur (SOP) Organisasi dan Kaderisasi yang berlangsung di aula Disporabudpar Sampang, Jalan Rajawali, Minggu (27/4/2025).

“Kegiatan ini sebagai bekal bagi seluruh jajaran pengurus dalam upaya memperkuat arah kebijakan organisasi dan memperdalam pemahaman struktural,” ucap Ketua Harian DPD KNPI Sampang Wafie Anas.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kelembagaan (OKK) KNPI Sampang ini dihadiri seluruh pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD), Dewan Pengurus Kecamatan (DPK), dan Majelis Pemuda Indonesia (MPI) KNPI.

Wafie Anas menjelaskan, bahwa Ketua Umum DPD KNPI Sampang selalu menyampaikan agar seluruh pengurus organisasi untuk selalu menyamakan pemahaman serta membawa organisasi lebih baik di masa depan.

Pemahaman visi misi serta arah kebijakan organisasi harus tersampaikan secara utuh ke seluruh tingkatan struktur, termasuk kepada Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang berada di bawah naungan KNPI.

“Saya harap bekal yang didapat dalam kegiatan ini bisa diimplementasikan ke tingkat bawah, khususnya kepada pengurus dan OKP yang tergabung di KNPI,” ujarnya.

Menurut dia, sebagai organisasi kepemudaan di Sampang perlu menjaga nilai-nilai organisasi serta membangun komitmen yang kuat sehingga diharapkan mampu menjadi teladan bagi masyarakat luas.

Untuk itu, ia mengajak seluruh peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tersebut dengan serius hingga selesai.

“Karena kegiatan ini betul-betul sangat bermanfaat dalam segi penjenjangan berorganisasi,” kata Wafie Anas.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dan dialog interaktif terkait tentang tata kelola organisasi, penguatan kelembagaan, serta strategi kaderisasi pemuda.

Materi dialog tersebut dipandu oleh Holimun, salah satu pengurus DPD KNPI Sampang dengan menghadirkan dua narasumber yakni Wakil Ketua Bidang Hukum, Politik, dan Kebijakan Publik, Lukman Hakim serta Wakil Ketua Bidang OKK Zhainal Alim.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

Petugas SPBU di Sampang Ditonjok Pemobil Masalah Barcode

0

Sampang, (Media Madura) – Aksi arogan pengemudi mobil Honda Brio warna putih menonjok petugas SPBU. Kejadian itu terekam kamera CCTV dan viral di media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi di SPBU Jalan Raya Bencelok, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, pada Rabu (22/4/2025) sekitar pukul 15.00 WIB.

Motif penganiayaan lantaran pelaku ditolak saat hendak mengisi BBM Pertalite karena QR Code atau Barcode tak sesuai dengan jenis nopol kendaraan.

Pelaku akhirnya mengamuk hingga menonjok petugas SPBU bernama Arrofiq (22), warga Desa Krampon, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang.

“Dia turun mau ngisi Pertalite sambil nunjukin Barcode, setelah saya cek ternyata beda tidak sama dengan nopol kendaraan yang dibawa pengemudi, makanya tidak bisa dilayani,” ucap Arrofiq menceritakan kejadian pemukulan kepada wartawan, Jumat (25/4/2025).

Ia menuturkan, pengemudi mobil Brio tetap memaksa ingin mengisi Pertalite. Sebab, alasannya SPBU yang lain bisa melayani meski Barcode berbeda.

“Saya bilang dan menyarankan agar mengisi ke tempat lain dari pada saya ditegur pimpinan, dari situ saya langsung dipukul kena pipi bagian kiri wajah,” jelasnya.

Atas kejadian tersebut dirinya tak melawan. Namun beberapa rekan kerjanya melerai sampai pengemudi mobil pergi.

Sementara itu, Kapolsek Jrengik AKP Heriyanto membenarkan adanya peristiwa kejadian viral tersebut. Namun korban tidak melaporkan penganiyaan ini kepada pihak berwajib.

“Belum ada laporan resmi, tapi kami perintahkan anggota mengecek ke lokasi kejadian untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tegasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

Duh! Ada Dua Kantor Balai Desa di Kodak Sampang

Sampang, (Media Madura) – Masyarakat Desa Kodak, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, dibuat gaduh oleh kepemimpinan Penjabat (Pj) Kepala Desa Ismail.

Selain karena Pj Kades ditenggarai jarang masuk kantor. Seluruh pelayanan masyarakat terganggu hingga membuat warganya kelimpungan. Sebab, di Desa Kodak muncul dua kantor balai desa yang sama-sama bertempat tinggal di Dusun Kodak.

“Ketika datang ke balai desa ngurus pelayanan surat domisili disuruh nunggu karena gak ada Pj Kades untuk tandatangan, sedangkan ke balai yang satunya lagi perangkat desanya beda orang, lantas gimana kok bingung,” tutur Taufik (35) warga Desa Kodak, Jumat (25/4/2025).

Dia menyimpulkan, munculnya dua kantor balai desa tersebut sama halnya perbedaan antara asli dan palsu.

“Tinggal dibedakan dan dimaknai sendiri, balai desa yang asli perangkat desa lengkap tanpa ada pejabat kades, dan yang palsu cuman pejabat kades ngantor sendiri,” ucapnya.

Kejadian ini juga disayangkan oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kodak, Fauzi.

Dia mengatakan, sejak dilantik sebagai Pj Kades Kodak tertanggal 17 Maret 2025 hingga kini tidak pernah masuk kantor. Ia menilai, kegaduhan persoalan ini diyakini adalah masalah gengsi politik.

“Kurang tahu ngantor dimana, maka itu saya bertugas mengawasi kinerja Pj Kades mengambil langkah melayangkan somasi peringatan agar yang bersangkutan menjalankan sesuai tupoksinya,” kata Fauzi.

Ia menjelaskan, status kantor balai desa yang ditempati Pj sebelumnya itu merupakan aset kontrak yang bersumber dari Dana Desa (DD). Batas akhirnya sampai Desember 2025.

“Kantor balai desa kita ngontrak mulai Januari sampai Desember mendatang, masak masih panjang sisa 8 bulan mau ganti balai lagi, itukan aneh,” ungkapnya.

Hingga kini, Pj Kades Kodak Ismail belum bisa dikonfirmasi. Nomor yang biasa dihubungi tidak ada jawaban.

Terpisah, Camat Torjun Hairil Anwar menyampaikan, persoalan di Desa Kodak dalam waktu dekat akan segera ditindaklanjuti.

“Insyaallah minggu depan ini akan dilakukan mediasi dengan pihak-pihak terkait, Iya kita tunggu nanti hasilnya,” singkatnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol