Beranda blog Halaman 29

Hari Pertama, Seleksi Dirut PT GSM Sepi Pendaftar

Sampang, (Media Madura) – Pendaftaran calon Direktur Utama dan Direktur Operasional PT Geliat Sampang Mandiri (GSM) dibuka mulai hari ini Senin 26 Mei 2025. Namun pelamar dua jabatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu sepi peminat.

Anggota Tim Pansel Calon Direksi PT GSM, Abdi Barri Salam menyatakan, hingga siang ini tak ada satu pun pelamar yang menyerahkan berkas pendaftaran baik melalui online maupun secara langsung di kantor Sekretariat Pansel.

“Sampai siang ini belum ada satu pun pendaftar,” ucap Abdi Barri saat ditemui, Senin (26/5/2025) siang.

Dikatakan Abdi Barri, rekrutmen dan seleksi Dirut dan Dirop PT GSM di Sampang akan berakhir sampai Kamis 5 Juni 2025. Tahapan pengumuman kelulusan berkas administrasi tertanggal 11 Juni 2025.

Bagi pelamar yang dinyatakan lulus administrasi, peserta seleksi akan mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) dan wawancara akhir oleh Bupati Sampang. 

Abdi Barri menyampaikan, sebelum mendaftar para pelamar diharapkan melengkapi persyaratan berkas lamaran sesuai pengumuman yang tertuang di laman resmi Pemkab Sampang.

“Seperti pada umumnya semua berkas harus lengkap, bilamana ada kekurangan berkas tidak lengkap kita kembalikan saat itu juga, pendaftar wajib membawa dokumen asli seperti KTP sampai ijazah,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, secara umum tidak ada perbedaan berkas pelamar antara Direktur Utama dan Direktur Operasional. Hanya terdapat perbedaan pada proposal judul makalah sesuai posisi jabatan yang dilamar.

“Kalau Direktur Utama terkait bidang pengembangan perusahaan, tapi kalau Direktur Operasional soal bidang operasional perusahaan,” jelasnya.

Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Calon Direksi PT GSM Sri Andoyo Sudono mengatakan, seleksi tersebut merupakan bagian dari upaya pembenahan dan penguatan struktur organisasi dan memperkuat kinerja BUMD Sampang.

“Seleksi ini untuk mengisi kekosongan jabatan Dirut dan Dirop PT GSM,” ujar Sudono.

Menurut dia, surat lamaran ditujukan kepada pemilik modal PT GSM dalam hal ini Bupati Sampang Slamet Junaidi. Surat lamaran dikirim melalui email perusahaan atau langsung ke kantor PT GSM di Jalan KH Wahid Hasyim.

“Berkas pendaftaran diterima paling lambat Kamis 5 Juni 2025 pukul 13.00 WIB,” katanya.

PT GSM merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Sampang yang bergerak di bidang perdagangan dan kegiatan jasa lainnya yang berhubungan dengan minyak dan gas.

PT GSM menjadi perusahaan induk yang membawahi beberapa anak perusahaan yaitu PT Sampang Sarana Shorebase (SSS), PT Sampang Mandiri Perkasa (SMP), dan PT Sampang Mandiri Amanah (SMA).

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Sampang Alan Kaisan mendukung langkah Pamkab mengadakan rekrutmen dan seleksi terbuka calon direksi PT GSM, mengingat saat ini jabatan pimpinan perusahaan pelat merah tersebut masih kosong. 

Politisi Partai Gerindra itu berharap, proses seleksi berjalan sesuai dengan ketentuan dan bisa menghasilkan calon pemimpin yang benar-benar berkualitas, berintegritas, serta mampu menjalankan tugas sesuai tupoksinya. 

“Tugas utama BUMD ialah mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pembagian laba perusahaan, Kalau tidak bisa tingkatkan PAD, ngapain ada BUMD,” ujar Alan.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

AJP Buka Posko Kemanusiaan untuk Pasien Gagal Ginjal, Lokasinya di Jalan Pamong Praja

0

Pamekasan, (Media Madura) – Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) membuka Posko Kemanusiaan untuk Pasien Gagal Ginjal sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kritis para pasien yang kesulitan mendapatkan layanan hemodialisis atau cuci darah. Inisiatif ini menyusul kabar duka atas meninggalnya Ibu Sulastri, seorang pasien gagal ginjal yang diduga meninggal dunia karena kesulitan mencari rumah sakit yang tersedia untuk menjalani cuci darah.

Ketua AJP, Khairul Umam, menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi tersebut. Ia menyebut bahwa Ibu Sulastri bukan satu-satunya pasien yang mengalami kendala serupa. Hingga saat ini, masih terdapat beberapa pasien gagal ginjal di Pamekasan yang belum tertangani karena seluruh rumah sakit di wilayah Madura disebut dalam kondisi penuh untuk layanan hemodialisis.

“Kami tidak ingin ada korban jiwa berikutnya. Posko ini kami buka sebagai bentuk kepedulian sekaligus dorongan agar pemerintah dan semua pihak terkait mendengar jeritan para pasien gagal ginjal yang selama ini seolah terabaikan,” ujar Khairul Umam.

Posko kemanusiaan ini bertujuan untuk membantu pasien dan keluarga mereka mendapatkan akses layanan kesehatan, terutama untuk proses rujukan dan pencarian rumah sakit yang masih memiliki slot layanan cuci darah. AJP juga membuka ruang donasi dan partisipasi publik untuk mendukung operasional posko ini.

“Kami mengajak masyarakat, relawan, dan para dermawan untuk turut serta dalam gerakan kemanusiaan ini. Kesehatan adalah hak semua warga negara, dan kita tidak bisa tinggal diam ketika nyawa-nyawa melayang karena sistem yang tidak berjalan semestinya,” tambah Khairul.

AJP berharap dengan adanya posko ini, perhatian terhadap persoalan layanan kesehatan, khususnya bagi pasien gagal ginjal, semakin meningkat
dan segera mendapat solusi yang konkret dari pihak berwenang.

Posko kemanusiaan ini AJP berlokasi di Balai Wartawan Jalan Pamong Praja Pamekasan

Lindungi Pekerja, PT ESM Daftarkan Karyawan ke BPJS Ketenagakerjaan

0

Pamekasan, (Media Madura) – Dalam bekerja, karyawan atau pekerja memiliki risiko kecelakaan. Agar bisa bekerja dengan tenang dan tetap produktif serta tidak dihantui kekhawatiran, maka para pekerja wajib mendapat jaminan perlindungan sosial.

    PT Empat Sekawan Mulya (ESM), perusahaan yang bergerak di bidang Industri Hasil Tembakau (IHT), menyadari pentingnya jaminan perlindungan sosial, seperti jaminan sosial ketenegakerjaan.

    Pihak PT ESM menyadari bahwa para karyawan harus dilindungi dengan menjadi peserta program BPJS Ketenagakerjaan.

    Dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, para karyawan dalam bekerja akan merasa lebih tenang dan tak terlalu khawatir jika terjadi kecelakaan kerja dan hal lain yang tak diinginkan.

    Human Resource Development (HRD) PT ESM Nailatul Amaliyah menuturkan bahwa dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, para karyawan dalam bekerja akan merasa lebih tenang dan tidak terlalu khawatir jika terjadi kecelakaan kerja dan hal lain yang tidak diinginkan.

    “Kami terus berupaya agar semua karyawan terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Hingga saat ini, kurang lebih sudah ada 480 karyawan yang terkaver,” katanya, Sabtu (24/5/2025).

    Naila memastikan bahwa perusahaannya secara bertahap mendaftarkan semua karyawan ke BPJS Ketenagakerjaan. Hal itu sebagai bentuk kepatuhan hukum dan memberikan perlindungan sosial kepada karyawan.

    Sementara itu, salah satu karyawan PT ESM Badrus Soleh Arifin berterima kasih kepada perusahaannya yang telah mendaftarkan dirinya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

    “Saya bersyukur bekerja di perusahaan yang memberikan perlindungan kami sebagai pekerja dalam menghadapi risiko kerja,” ujarnya.

    “Untuk itu, saya berterima kasih kepada PT Empat Sekawan Mulya yang telah memenuhi hak saya sebagai pekerja di perusahaan ini,” ungkapnya. (*)

    Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Hj. Ansari Ajak Tokoh Masyarakat Menjadi Pemersatu Bangsa

    Pamekasan, (Media Madura) – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dapil Jatim XI Madura, Hj. Ansari menggelar sosialisasi 4 pilar kebangsaan kepada ulama, santri, wali santri dan tokoh masyarakat, di Kabupaten Pamekasan. Sabtu (17/05/2025)

    Dalam kegiatan sosialisasi 4 pilar kebangsaan yang digelar tersebut Hj. Ansari yang merupakan anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan, memaparkan sejumlah hal terkait tugas dan fungsi DPR, MPR serta pentingnya sosialisasi 4 pilar kebangsaan.

    “Sebagai anggota DPR dan MPR saya berkewajiban untuk terus mensosialisasikan 4 pilar kebangsaan,” katanya.

    Dikatakan, 4 pilar kebangsaan meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sangatlah penting untuk terus diaplikasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah upaya-upaya yang dilakukan oleh berbagai pihak untuk melemahkan negara.

    “Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus terus kita tanamkan dalam diri setiap warga negara Indonesia, sebab ada upaya yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu untuk melemahkan negara,” urainya.

    Dikatakan politikus perempuan asal Madura tersebut, 4 pilar kebangsaan bisa menjadi taming yang kuat untuk menjadi pemersatu bangsa sehingga tercipta kerukunan dan mengikis segala bentuk disintegrasi bangsa, termasuk sikap-sikap intoleran.

    “Sosialisasi 4 pilar kebangsaan seperti ini perlu terus digelar untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan menciptakan kerukunan termasuk mengikis upaya disintegrasi dan melemahkan negara,” tegasnya.

    Sehingga, kata dia, kehadiran ulama, Kiai dan tokoh masyarakat sangatlah penting untuk menjadi perakat umat dan bangsa Indonesia.

    “Mari bersama, ulama, Kiai dan tokoh masyarakat untuk terus menjadi perekat dan pemersatu bangsa,” ajaknya.

    Lebih lanjut, dijelaskan bahwa Indonesia adalah negara besar dan negara yang majemuk, negara yang beragam mulai dari suku, agama, etnis, budaya. Sebagai negara yang beragam, tentu Indonesia rentan dengan perpecahan.

    “Maka persatuan dan kesatuan bangsa menjadi kunci agar tercipta perdamain,” pungkasnya.

    Sementaraitu, salah-satu tokoh masyarakat di Kabupaten Pamekasan Ustaz Hannan menegaskan, kerukunan merupakan kunci utama agar Indonesia kuat, maka peran ulama, kiai dan tokoh masyarakat sangat penting.

    “Peran ulama, kiai dan tokoh masyarakat sangatlah penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” tegasnya. (Ist/Rls)

    Massa Bakar Ban dan Keranda Desak Pilkades Sampang Segera Digelar

    Sampang, (Media Madura) – Ratusan massa mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Jrengik Menggugat melakukan aksi bakar ban dan keranda mayat saat berunjuk rasa di depan kantor Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Kamis (15/5/2025).

    Aksi bakar keranda sebagai simbol perlawanan terhadap kebijakan pemerintah. Sembari berorasi mereka menyampaikan tuntutan mendesak pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) di Sampang segera digelar.

    Massa meminta pemerintah daerah mempertimbangkan kekosongan di 143 desa se-Kabupaten Sampang yang dijabat oleh Penjabat (Pj) Kades. Sebab, kekosongan itu sudah terjadi sejak tahun 2021.

    Orator Aksi Rofi menyatakan, dampak dari kekosongan jabatan pemerintahan desa menyebabkan carut marutnya pelayanan masyarakat serta kurang optimalnya terkait pengelolaan dana desa (DD).

    “Pelayanan di desa sangat amburadul pak, anda enak tinggal di kota sedangkan kami masyarakat kecil yang tinggal di desa merasakan betul dampaknya,” teriak Orator Aksi Rofi.

    Menurut dia, adanya penundaan Pilkades di Sampang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat kecil. Alasannya karena pembuatan undang-undang tersebut tidak berdasarkan substansi kepentingan masyarakat baik secara aspek sosiologis filosofis dan yuridis.

    Kata Rofi, seharusnya saat ini pemerintah daerah mulai menyiapkan tahapan Pilkades mengingat kekosongan jabatan pemerintah desa yang sangat terlalu lama.

    “Apabila Pilkades digelar 2027 memungkinkan tidak soal anggarannya, saya yakin pasti berbenturan apalagi akan ada tahapan Pemilu dan Pilkada, seharusnya sekarang sudah mulai tahapan Pilkades,” terangnya.

    Oleh karena itu, ratusan massa mendesak agar pemerintah segera melaksanakan Pilkades di Sampang secara bergelombang di tahun 2025 atau selambat-lambatnya digelar awal tahun 2026.

    “Kami tidak ingin ada kepentingan politik tertentu dan golongan ketika pemimpin setiap desa kami dijabat oleh Pj Kades, kami ingin pejabat definitif,” ucapnya.

    Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sampang Sudarmanto saat menemui massa, menyampaikan bahwa semua pelaksanaan dan tahapan Pilkades Sampang menunggu peraturan pemerintah (PP) terbaru yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat.

    “Itu juga setelah adanya surat edaran Kemendagri dan Gubernur Jawa Timur, jadi harus menunggu PP terbaru kemudian nanti Perda dan Perbub, yang jelas kami berkomitmen menggelar Pilkades serentak sesuai aturan,” tegasnya.

    Diakui Sudarmanto, pihaknya saat ini belum menyiapkan segala tahapan-tahapan Pilkades selama menunggu aturan tersebut. Ia juga menjelaskan, alasan belum bisa digelarnya Pilkades salah satunya karena gelombang pelaksanaan Pilkades di Sampang sudah tiga kali berjalan yakni tahun 2015, tahun 2017, dan tahun 2019.

    “Selain itu juga ada manfaatnya Pilkades tidak bisa digelar tahun ini yaitu memudahkan perencanaan, efisiensi anggaran, mengurangi cawe-cawe pihak desa lain karena fokus dimasing-masing desa,” kata Sudarmanto.

    Diketahui, jabatan definitif kepala desa di wilayah Kecamatan Jrengik hanya berjumlah 2 desa, diantaranya Desa Plakaran dan Desa Bencelok. Sedangkan 12 desa dijabat oleh Pj Kades.

    Reporter : Ryan Hariyanto
    Editor : Zainol

    Resmi Dilantik, PWI Pamekasan Bertekad Kedepankan Kualitas dan Kompetensi Wartawan

    Pamekasan, (Media Madura) – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan Hairul Anam mengajak anggotanya untuk mendahulukan kualitas dan kompetensi ketimbang kesejahteraan. Itu diketengahkannya setelah pengukuhan pengurus baru organisasi ini di Front One & Azana Style Hotel, Rabu (14/5/2025).

    Ajakan tersebut, jelas alumnus Pondok Pesantren Annuqayah itu, ketika wartawan sudah mampu mengasah kemampuan menulis, analisa, serta memahami dan menjalankan etika jurnalistik, kesejahteraan akan mengikuti secara sendirinya.

    “Ketika kemampuan menulis dan analisis kita baik serta etika jurnalistik yang tinggi, maka akan membawa kesejahteraan bagi kita semua. Jangan dahulukan kesejahteraan, tetapi utamakan kualitas dan kompetensi. Insya Allah kesejahteraan akan mengikutinya,” kata Anam.

    Alumnus Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura itu juga mengajak insan pers untuk menjaga netralitas, independensi, dan profesionalisme dalam bekerja.

    Menurutnya, wartawan memiliki tugas mulia sebagai penyampai berita, serta membuka wawasan dan jembatan aspirasi masyarakat.

    Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Jawa Timur (Jatim), Mahmud Suhermono, menyampaikan, Jurnalis berperan penting dalam mengatasi penyebaran hoaks dan misinformasi di era digital.

    “Jadi bagaimana jurnalis dapat meningkatkan literasi media di kalangan masyarakat dan menerapkan prosedur verifikasi informasi, yang lebih ketat,” tegasnya.

    Selain pelantikan, PWI juga menggelar Forum Pentahelix dengan membahas Pulau Madura sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK). Pesertanya terdiri dari akademisi, pengusaha, organisasi kepemudaan, pemerintah, dan insan pers.(*)

    Bahas Penanganan Sampah di Pamekasan, Tabri: Empat Desa Belum Miliki TPS3R

    Pamekasan, (Media Madura) – Terdapat empat desa yang menjadi “tetangga” dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Angsanah, Kecamatan Palengaan, Pamekasan. Namun, hingga kini belum memiliki Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

    “Yaitu Desa Samatan, Panaan, Klampar dan Rang Perang Daya,” ujar Anggota DPRD Pamekasan Dapil 2 Palengaan-Proppo Tabri, Selasa (13/5/2025).

    Jika hal tersebut dibiarkan, tambah alumnus Pesantren Annuqayah itu, peran penanganan sampah utamanya di sekitar TPA akan menjadi tradisi tumpuk-angkut ke TPA.

    “Mengubah perilaku agar yang masuk ke TPA betul-betul hanya residu sampah, sejatinya bisa dilakukan intervensi dengan keberadaan TPS3R di empat desa penyangga tersebut,” ujarnya.

    Apalagi, tiga dari empat desa, yakni Samatan, Panaan dan Klampar menjadi daerah pemukiman padat penduduk dan warga.

    Inisiasi untuk keberadaan TPS3R di empat desa tersebut memang tidak bisa dilakukan serta merta. Harus dilakukan secara bertahap.

    “Tetapi kesadaran warga sekitar TPA mulai harus dilakukan sebelum TPA Angsanah penuh,” tegas Founder Sungai Watch Pamekasan yang mendorong adanya BUMD Persampahan di Pamekasan itu.

    Dijelaskan, optimalisasi TPS3R bisa diawali dari Desa Samatan yang saat ini sudah berdiri Perumnas Samatan Asri. Ke depan, bisa Panaan dengan kondisi saat ini sebagai daerah yang banyak didiami warga.

    “Ini penting diinisiasi, karena karakter sampah berhubungan dengan banyaknya orang,” tukas mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pamekasan itu.

    Untuk diketahui, selama masa pencalegan, Tabri lebih banyak mengkampanyekan penanganan sampah produktif, penataan sungai dan irigasi sekunder sehat, perlindungan sumber mata air dan petani berdaya. (*)

    Tega! Suami di Sampang Siram Teh Panas ke Istri Akibat Cekcok

    Sampang, (Media Madura) – Seorang ibu rumah tangga di Pulau Mandangin, Kota Sampang, Madura, Jawa Timur, disiram air teh panas oleh suaminya sendiri.

    Diduga insiden ini terjadi akibat cekcok masalah tangisan anak. Akibatnya kondisi kulit korban melepuh dan mengalami luka bakar hingga terpaksa dilarikan ke rumah sakit.

    Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Safril Selfianto mengatakan, peristiwa dugaan penyiraman air teh panas terhadap korban berinisial M (37) terjadi pada 20 Desember 2024 pukul 19.00 WIB.

    Pelakunya ialah MST (35), tak lain suaminya sendiri. Kla itu korban kaget mendengar anaknya berteriak menangis kesakitan.

    Saat ditanya, ternyata anaknya berusia 5 tahun itu dipukul sang ayah. Alasannya karena tak sengaja menendang kepala ayahnya saat tidur.

    Pelaku dan korban pun terlibat cekcok. Pelaku lantas menyiram teh panas buatan istrinya ke bagian tubuh dan wajah. Usai kejadian tersebut pelaku sempat melarikan diri ke Probolinggo, Jawa Timur.

    “Kasus KDRT ini dilaporkan ke aparat kepolisian oleh korban, tapi pelaku kabur menggunakan perahu kecil ke wilayah Probolinggo,” ucap Safril, Jumat (9/5/2026).

    Namun pelarian tersangka selama 5 bulan itu terhenti setelah Satreskrim Polres Sampang berhasil membekuknya. MRT tak berkutik saat ditangkap di rumahnya di Pulau Mandangin, Kamis (8/5/2025) dini hari.

    “Ternyata tersangka kembali pulang ke Mandangin sehingga ketika tertidur pulas dilakukan penangkapan yang dipimpin langsung saya sendiri,” terang Kasat Reskrim Polres Sampang.

    Safril menuturkan, akibat perbuatannya tersangka dijerat Pasal 5 huruf a Jo Pasal 44 ayat 2 Undang-Undang Nomor 24 tahun tahun 2024 atau Pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

    Reporter : Ryan Hariyanto
    Editor : Zainol

    104 Calon Jamaah Haji Sampang Diberangkatkan

    Sampang, (Media Madura) – Sebanyak 104 calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, yang tergabung dalam Kloter 25 mulai diberangkatkan menuju asrama haji Sukolilo, Surabaya, Kamis (8/5/2025) pagi.

    Pelepasan dan pemberangkatan itu dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sampang H Ahmad Mahfudz di Alun-Alun Trunojoyo sekitar pukul 06.00 WIB.

    Sebelum diberangkatkan, para calon jamaah haji terlebih dahulu mendapat pembekalan agar memperhatikan kondisi kesehatan selama menjalankan ibadah haji.

    “Kami juga memohon doa dari para calon jamaah haji untuk Sampang dan tolong jaga nama baik Kabupaten Sampang,” ucap Wakil Bupati Sampang Ahmad Mahfudz, Kamis.

    Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Sampang Syaifuddin menyatakan, 104 calon jamaah haji Sampang untuk kloter pertama tersebut diberangkatkan ke Sukolilo Surabaya.

    Sedangkan untuk kloter kedua atau kloter 26 terdapat sebanyak 376 calon jamaah haji Sampang yang akan diberangkatkan pada Kamis sore pukul 18.00 WIB.

    “Sore nanti untuk kloter 26, jadi total 480 calon jamaah haji asal Sampang tahun ini berangkat ke tanah suci Mekkah,” kata Syaifuddin.

    Dia berpesan kepada seluruh jamaah haji agar menjaga kesehatan dan memperbanyak minum air putih. Apalagi, kondisi cuaca di Arab Saudi yang relatif panas.

    Pihaknya juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan dan menunjukkan akhlak mulia selama di tanah suci. Jamaah diminta menjaga kekompakan, saling tolong-menolong, dan tunjukkan akhlak terbaik selama di tanah suci Mekkah. 

    “Semoga jamaah haji kita dalam keadaan sehat dan lancar selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut sehingga kembali lagi ke Indonesia dengan kondisi yang sehat,” pungkasnya.

    Reporter : Ryan Hariyanto
    Editor : Zainol

    Gagal Beraksi, Maling Motor di Sampang Babak Belur

    Sampang, (Media Madura) – Pemuda berambut cepak bertubuh kurus ini babak belur dipukuli massa karena kedapatan hendak membawa kabur motor di Jalan Rajawali I, Kelurahan Karang Dalem, Kota Sampang.

    Pelaku mengincar motor Honda Scoopy bernopol M 2347 PN yang terparkir di depan warung untuk dijadikan target pencuriannya. Namun aksi pelaku gagal setelah kepergok pemilik motor.

    Korban spontan berteriak maling melihat detik-detik aksi pencurian. Teriakan tersebut membuat sejumlah warga datang mengejar dan menangkap pelaku.

    “Dia sudah babak belur dihakimi warga, beruntung dua anggota kami datang ke lokasi untuk mengamankan terduga pelaku,” ucap Kapolres Sampang AKBP Hartono, Rabu (7/5/2025).

    Aksi pencurian ini terjadi di Jalan Rajawali I pada Jumat (2/5/2025) kemarin sekitar pukul 18.45 WIB.

    Pelaku mencoba membawa kabur motor korban yang tengah parkir di depan warung dengan posisi kunci tertinggal.

    “Sempat terjadi aksi kejar-kejaran, pelarian pelaku akhirnya terhenti oleh warga yang mengepung,” jelasnya.

    Kapolres mengatakan, identitas pelaku curanmor berinisial SAN (22) warga Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan.

    Pria pengangguran itu ternyata sering berada di wilayah Kabupaten Sampang karena berprofesi sebagai pengamen jalanan.

    “Hasil pemeriksaan sementara bahwa motif pelaku mencuri motor faktor ekonomi,” terangnya.

    Meski begitu, pelaku dijerat Pasal 362 KUHP tentang pencurian motor dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

    Di sisi lain, Kapolres mengimbau masyarakat tetap waspada maraknya aksi pencurian motor di wilayah hukum Sampang. Ia menyarankan agar segala jenis kendaraan terpasang alat deteksi GPS sebagai langkah deteksi dini dari aksi pencurian.

    “Lebih baik terpasang GPS, semakin memudahkan pemiliknya ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” imbuhnya.

    Reporter : Ryan Hariyanto
    Editor : Zainol