Sampang, (Media Madura) – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sampang menyayangkan sikap pemerintah daerah atas polemik penggunaan fasilitas Pendopo Trunojoyo Sampang dalam acara Harlah Muhammadiyah Ke-113, Selasa (16/12/2025).
Peringatan itu dihadiri langsung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof Dr Abdul Mu’ti di Sampang sekaligus menjabat sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2015–2027.
Alasan tidak diizinkannya fasiltas pendopo sehari sebelum kegiatan berlangsung hanya disebabkan gangguan jaringan listrik.
Wakil Ketua DPD KNPI Sampang Tri Satyo Kartikawati menilai, tindakan yang dilakukan Pemkab Sampang dianggap intoleransi kepada Muhammadiyah. Seharusnya, kata dia, sesama warga negara saling menghargai satu sama lain.
”Polemik yang terjadi sekarang seakan-akan Muhamadiyah tidak diinginkan di Sampang, tolong ingat utamakan toleransi dan kerukunan demi menjaga nama baik Kabupaten Sampang,” ucapnya.
Kartikawati sekaligus Pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) di Sampang mendesak, Pemkab Sampang harus memberikan alasan yang jelas dugaan penolakan kunjungan Menteri Pendidikan di Sampang. Hal ini agar tidak menimbulkan spekulasi liar ditengah masyarakat.
”Mungkinkah ada problem diskriminatif atau hal lain, itu semua harus diperjelas, karena ini pak Menteri Pendidikan loh yang datang melainkan bukan Menteri Muhammadiyah,” ungkapnya.
Sebelumnya, Asisten I Setkab Sampang Sudarmanto membantah penolakan kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) di Sampang.
”Bukan nolak menteri tapi karena kegiatannya dibawa oleh organisasi masyarakat Muhammadiyah, lagian disana aliran listrik rusak,” singkatnya. (Ryan Hariyanto/Znl)
KNPI Sebut Tindakan Pemkab Sampang Intoleransi terhadap Muhammadiyah
- Advertisement -


