Warga Madura Mudik Gunakan Kapal Kayu dari Bali ke Sapeken Ditangkap Polisi

Advertisement

Banyuwangi (Media Madura) – Warga Madura yang memaksa mudik menggunakan kapal kayu dari Bali ke Pulau Sapekan, Sumenep ditangkap aparat kepolisian di Dermaga Pantai Boom, dan Perairan Selat Bali, Selasa (4/5/2021).

Pemudik berjumlah lima orang tersebut, akhirnya digiring ke Mapolsek Kota Banyuwangi, Jawa Timur.

“Mereka kami tangkap saat kami melakukan patroli di dermaga Pantai Boom dan Perairan Selat Bali,” kata Kapolsek Banyuwangi AKP Kusmin dalam keterangan pers kepada media setempat.

Ia lebih lanjut menjelaskan, kelima warga Sapeken, Madura, itu ditangkap saat akan naik kapal motor di Pelabuhan Rakyat Pantai Boom di Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi.

Saat diamankan, salah satu pemudik bernama Mariya (42), menjelaskan jika dirinya tidak mengetahui ada aturan dilarang mudik.

Di depan petugas, Mariya memohon agar dirinya diizinkan meneruskan perjalanannya kembali ke kampung halaman.

Kelima warga asal Desa Sapeken itu sebelumnya keluar dari kapal motor yang baru saja bersandar di Dermaga Pantai Boom setelah berangkat dari Benoa Bali. Kelima orang itu diketahui bekerja di kapal penangkap ikan milik orang Taiwan.

“Kami mohon agar petugas mengizinkan. Kita tidak tahu jika ada aturan dilarang mudik. Selama ini kami benar – benar tidak tahu sebab kami di tengah laut hampir 1 tahun. Kami bekerja di tengah laut,” katanya menjelaskan.

Namun permintaan warga Pulau Sapeken, Madura ini tidak diindahkan.

Temuan adanya warga Madura melakukan mudik Lebaran pada Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah kali ini, bukan yang pertama kali terjadi. Jauh hari sebelumnya, rombongan pemudik dari Kepulauan Sumenep juga diketahui mudik melalui pelabuhan Jangkar, Situbondo. (A1/Spv)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.