Catatan Darurat Covid-19 Pamekasan, Korban Berjatuhan Hingga Pejabat Kerja Dari Rumah

Rapid Test terhadap ASN di Lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Pamekasan pada Kamis (07/01/2021) pagi.

Pamekasan, (Media Madura) – Sejak Pandemi Covid-19 melanda Indonesia pada bulan Maret 2020 lalu membuat seluruh tatanan sosial kemasyarakatan dan pemerintahan berubah, tanpa terkecuali di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Korban terus berjatuhan. Berdasarkan data Satgas covid-19 Kabupaten Pamekasan pertanggal 07/01/2021, jumlah Suspek mencapai 1122 orang dengan rincian dalam pengawasan 22 orang, selesai 1016 orang dan meninggal 81 orang.

Sementara angka positif covid-19 mencapai 815 orang dengan rincian isolasi sebanyak 172 orang, sembuh 578 orang dan meninggal sebanyak 68 orang.

Terus meningkatnya jumlah positif covid-19 tersebut membuat Gugus tugas Kabupaten Pamekasan melakukan sejumlah langkah, mulai promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Yakni berupa sosialisasi, penindakan pelanggaran protokol kesehatan, rumah sakit khusus covid-19 hingga fasilitas lain untuk penanganan infeksi virus ini.

Terbaru, bahkan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menginstruksikan agar semua aparatur sipil negara (ASN) dirapid, hal itu dilakukan sebagai upaya pencegahan dini penyebaran covid-19 di lingkungan kantor Pemkab setempat, apalagi sebelumnya sejumlah pejabat dinyatakan positif.

Sejumlah tenaga kesehatan dan dokter juga menjadi korban keganasan virus ini. Bahkan Wakil Bupati Pamekasan beserta istrinya juga terinfeksi virus ini. Istrinya yakni Yuni Lailatul Fitriyah dinyatakan sembuh, tetapi Wabup Pamekasan Raja’e, meskipun dinyatakan sembuh dari covid-19 tetapi wafat karena penyakit lain yang dideritanya.

“Ini sebagai upaya untuk meningkatkan kewaspadaan, disamping bentuk deteksi dini, kemungkinan adanya ASN di lingkungan Pemkab Pamekasan yang terkonfirmasi covid-19,” kata orang nomor satu di lingkungan Pemkab Pamekasan ini.

Rapid telah dilakukan kepada seluruh pejabat dan ASN di lingkungan Pemkab Pamekasan, tetapi hingga saat ini belum ada keterangan resmi bagaimana hasil dari Rapid tersebut.

Bahkan sejak tanggal 4 hingga 8 Januari 2021 ini, telah dikeluarkan edaran agar seluruh OPD kerja dari rumah. Surat edaran tersebut ditanda-tangani oleh Sekretaris Daerah Totok Hartono.

“Dengan semakin meningkatnya kasus positif corona virus disease 19 (COVID-19) di lingkungan tempat kerja, maka untuk mengurangi penularan dan penyebaran perlu dilakukan penyesuaian sistem kerja Aparatur Sipil Negara di lingkungan Sekretariat Daerah dengan memberlakukan pelaksanaan tugas kedinasan di rumah/tempat tinggal (Work from Home) sebagaimana diatur dalam surat edaran menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi nomor 58 tahun 2020 tentang sistem kerja aparatur sipil negara dalam tatan normal baru. Pelaksanaan tugas dari rumah/tempat tinggal (Work from Home) diberlakukan mulai tanggal 4 s/d 8 Januari 2021 dengan tetap memperhatikan ketentuan-ketentuan tugas dalam penyelenggaraan pemerintah dan pelayanan kepada masyrakat,” begitulah isi dalam surat edaran tersebut.

Kabar baiknya, Kabupaten Pamekasan akan segera menerima vaksin Covid-19 dan saat ini seluruh perangkat untuk mendistribusikan vaksin ini tengah dipersiapkan oleh Dinas Kesehatan setempat.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Pamekasan Nanang Suyanto menyatakan, saat ini pihaknya mempersiapkan seluruh tenaga medis yang telah dilatih. Nantinya vaksin tersebut akan didistribusikan ke 21 Puskesmas yang tersebar di 13 kecamatan di wilayah itu.

Saat ini, kata dia, pihaknya juga sedang melakukan pendataan penerima vaksin termasuk bekerjasama dengan BPJS dalam melakukan vaksinasi. “Salah satu sasaran utama dari vaksinasi ini adalah peserta PBI (Penerima Bantuan Iuran) BPJS, baik PBI yang dari pusat atau PBI yang dari daerah, di mana datanya ada di BPJS,” kata Nanang.

Tetapi hingga saat ini pihaknya belum mengetahui kapan vaksin Covid-19 tersebut akan dikirim, dan apabila vaksin tersebut sudah diterima, maka akan disimpan di ruang vaksin di Dinkes sebelum didistribusikan kepada setiap Puskesmas.

Reporter : Arif
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.