Kader NU Pamekasan Demo Mapolres, Desak Pemilik Akun FB Muhammad Izzul Ditangkap

Pamekasan, (Media Madura) – Kader Nahdlatul Ulama (NU) Pamekasan dan santri dari berbagai pondok pesantren menggelar unjuk rasa di Mapolres setempat, mendesak agar aparat kepolisian segera menangkap pemilik akun facebook Muhammad Izzul. Minggu (04/10/2020) siang.

Akun facebook tersebut memposting ujaran kebencian dan fitnah terhadap ketua PCNU Pamekasan, KH Taufik Hasyim.

Akun facebook Muhammad Izzul tersebut memuat sebuah link berita dan membubuhi keterangan “Simpatisan PKI sejak dulu”.


Kasus ujaran kebencian tersebut telah dilaporkan secera resmi ke Polres Pamekasan. Dan desakan agar pelaku segera ditangkap dilakukan dengan unjuk rasa.

Salah satu orator aksi, Taufiqurrahman meminta agar Polres Pamekasan segera mengungkap dan menangkap pemilik akun Muhammad Izzul yang telah memfitnah ketua PCNU Pamekasan.

“Polisi mempunyai perangkat, anggaran dan mempunyai SDM untuk mengungkap dan menangkap pemilik akun Muhammad Izzul ini. Maka kami mendesak agar dalam waktu sesingkat-singkatnya pelaku segera ditangkap dan proses secara hukum. Kami tidak main-main,” tegasnya.

Sementara orator lainnya memberikan waktu tiga hari agar pihak kepolisian bisa menangkap pemilik akun tersebut.

“Jika dalam waktu tiga hari tidak ditangkap, maka dipastikan kami akan datang dengan massa yang jauh lebih banyak,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Kapolres Pamekasan AKBP Apip Ginanjar mengaskan, pihaknya telah melakukan langkah-langkag yang diperlukan dalam upaya menuntaskan kasus tersebut.

Bahkan, kata dia, pihaknya telah membentuk dan menerjunkan tim dalam upaya menangani kasus tersebut, termasuk melaporkan kepada Kapolda Jawa Timur.

Ia meminta agar semua pihak bersabar dengan proses yang tengah dilakukan oleh jajarannya dalam rangka menuntaskan kasus ujaran kebencian tersebut.

Usai penjelasan dari Kapolres Pamekasan tersebut, massa yang demo dengan menggunakan masker tersebut akhirnya membubarkan diri dengan tertib.

Reporter : Arif
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.