Dinkes Sampang Komitmen Cegah Stunting Anak

Dinkes Sampang gelar pertemuan akselerasi penurunan stunting di balai desa-desa lokus stunting salah satunya Desa Sokobanah Laok, Kecamatan Sokobanah. (Ryan/MM).

Sampang, (Media Madura) – Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, gencar mendorong upaya pencegahan stunting pada anak. Untuk itu, Dinkes melakukan pertemuan akselerasi penurunan stunting di desa-desa lokus stunting dengan menggandeng lintas sektor dan stakeholder.

Adapun pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni tim pokja stunting kecamatan dan desa setempat, meliputi kades dan perangkat desa, ibu PKK, kader pendamping, posyandu, tokoh agama dan tokoh masyarakat, dan tim kabupaten.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang Agus Mulyadi mengatakan, pertemuan akselerasi penurunan stunting di desa lokus stunting untuk mengetahui sejauh mana hasil progres program yang akan dilakukan pihak desa dalam rangka pencegahan anak stunting.

“Upaya pencegahan stunting saat ini sudah hampir selesai, terakhir pertemuan akselerasi penurunan stunting di Desa Sokobanah Laok dan nanti tinggal satu desa yaitu Desa Pulau Mandangin,” kata Agus, Kamis (1/10/2020).

Dijelaskannya, di tahun 2020 ini desa lokus stunting di Sampang sebanyak 18 desa. Sedangkan pada tahun 2019 ada 10 desa lokus stunting. Kemudian tahun 2021 mendatang ada 6 desa.

“Kami bertekad melaksanakan program nasional percepatan pencegahan anak stunting di Sampang, semua elemen harus bersinergi baik masyarakat dan pemerintah desa,” ujarnya.

Agus menuturkan, semua desa lokus stunting akan dilakukan evaluasi terkait program dan kegiatan. Tim stunting kabupaten membantu terkait kendala yang dialami setiap desa.

Pencegahan anak stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak dibawah usia lima tahun akibat gizi buruk kronis dan infeksi berulang.

“Anak stunting memiliki tingkat kecerdasan tidak maksimal, rentan penyakit dan mempengaruhi produktivitas seseorang,” jelasnya.

Kondisi stunting ini bisa dialami oleh siapa saja termasuk anak miskin dan berkecukupan karena berkaitan dengan pola makan dan pola hidup sehat.

Adapun tanda-tanda anak stunting dapat dilihat dari waktu baru lahir panjangnya kurang dari 47 centimeter. Tapi bisa dicegah dengan mengkonsumsi ASI yang cukup sampai usia 2 tahun.

“Maka itu perlu asupan gizi cukup terutama bagi bayi wajib mendapatkan ASI,” pungkasnya.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.