Hikmah Puasa di Bulan Ramadan

Oleh : Wasilatul Wardah

*) Penulis adalah mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, Fakultas Tarbiyah, Prodi Pendidikan Bahasa Arab.

Bulan ramadan merupakan bulan yang suci dan bulan yang dimuliakan Allah. Bulan ramadan bulan yang penuh ampunan (maghfiroh) dan terdapat banyak berkah di dalamanya. Dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa bulan ramadan di mana pintu-pintu surga dibuka lebar-lebar dan pintu neraka ditutup rapat-rapat dan setan akan dibelenggu. Bulan ramadan di mana jiwa menjadi tenang dan hati menjadi tentram dan damai. Oleh karena itu rasul mengajak umatnya di bulan ramadan untuk meningkatkan ibadahnya termasuk di dalammnya beliau menggalakkan tuntunannya dalam melaksanakan salat malam di bulan ramadan yang pernuh berkah.

Bulan ramadan merupakan bulan yang paling istimewa di antara bulan-bulan yang lain, karena kita sebagai umat Islam bisa meningkatkan ibadah kita di bulan ramadan ini. Bulan ramadan hanya terjadi setahun satu kali, sehingga dengan sendirinya memberikan makna khusus bagi kaum muslim di seluruh dunia. Allah SWT. Berfirman, yang artinya:

“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelas-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barang sipa di antara kamu ada pada bulan itu, maka berpuasalah”(Al-Baqarah ayat 185).

Di bulan ramadan umat Islam dianjurkan untuk menunaikan ibadah puasa, karena puasa merupakan rukun Islam yang ke empat bagi umat Islam, hukumnya fardhu Ain bagi umat muslim yang sudah akil baligh, puasa di mana menahan diri segala hal yang membatalkan puasa, diantaranya menahan lapar dan haus mulai sejak fajar terbit hingga matahari terbenam.

Rasul bersabda, yang artinya:

“Setaip malam anak adam akan dilipat gandakan, satu kebaikan dibalas sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat Allah swt berfirman, ‘ kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untukku dan aku yang akan membalasnya, sebab orang yang berpausa itu telah meninggalkan shahwatnya dan makanannya karena aku’. Dan bagi yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagian, yaitu kebahagian ketika ia berbuka dan kebahagiaan ketika ia bertemu rabb-nya, dan sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum dari aroma kasturi. ‘(HR. Muslin dari Abu Hurairoh radhiyallahu’anhu).

Kaum muslimin dan muslimat berbondong-bondong pergi ke masjid untuk melakukah salat tarawih secara berjemaah dan tadarus, seakan-akan di bulan itu umat Islam berlomba-lomba untuk mencari pahala di bulan ramadan yang penuh berkah ini.

Terdapat hikmah besar di bulan ramadan, diantaranya :

1. Puasa merupakan ibadah untuk Allah.
Kaum muslim akan mendekatkan diri kepadan Allah dengan meningglakan jiwa dan nafsunya baik berupa makanan, minuman dan hubungan kelamin. Dari situlah nampak kecintaan orang Islam pada tuhannya dan harapan pahala pada tuhan yang maha esa, Karena itu saudaraku muslimin, hendaknya engkau termasuk mereka yang berpuasa demi mengharap apa-apa yang ada di sisi Allah.

2. memperoleh ketakwaan,

sebagaimana firman Allah SWT.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

3. menyibukkan hati dengan pikir dan zikir.

Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:

“Tidak ada wadah yang diisi penuh oleh anak Adam yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam itu suapan yang dapat menegakkan punggunya, jika dia tidak mampu, maka 1/3 untuk makanannya, 1/3 untuk minumnya dan 1/3 untuk nafasnya. ” [HR. Ibnu Majah. Hadits sahih]

Karena apabila menuruti hawa nafsunya maka akan membuat lalai dan mengeraskan hati.

4. Memuji dan bersyukur kepada Allah

Rasulullah Salallahu Alaihi wasallam bersabda:

“Allah sungguh ridha pada hamba yang memakan makanan lalu memuji-Nya atas makan itu atau meminum minuman lalu memuji-Nya atas minuman itu.” [HR. Muslim]

Bedermawanlah dengan harta dan kebaikan kepada saudara-saudaramu yang membutuhkan, jadilah orang yang mensyukuri nikmat Allah.

5. Puasa menyempitkan pembuluh darah sebagai dampak dari lapar dan haus, sehingga menyempit juga ruang setan pada tubuh.

Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:

“Sesungguhnya setan masuk dalam tubuh manusia melalui pembuluh darah.” [HR. Al-Bukhari]

6. Puasa menghancurkan dorongan hawa nafsu.

Rasulullah Salallahu Alaihi wasallam bersabda:

“Wahai para pemuda, siapa yang sanggup dari kalian al-ba’ah (memberi nafkah batin) hendaknya menikah, karena ia lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Jika tidak sanggup, hendaknya berpuasa. Sesungguhnya itu dapat meredam nafsu.” [HR. Syakhân].(*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.