Fenomena Sekolah Ambruk, Kapolres Sampang: Pasti Kita Selidiki

Kapolres AKBP Didit B.W.S menunjukan bukti bangunan yang diketahui melengkung sebelum ruang kelas SDN Samaran 2 ambruk.

Sampang, (Media Madura) – Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro menanggapi sejumlah fenomena sekolah ambruk di Sampang. Pihaknya memastikan akan melakukan penyelidikan dari semua kejadian tersebut.

“Tunggu saja, pasti kita selidiki semua,” ujar Didit kepada wartawan, Selasa (25/2/2020).

Didit menegaskan, dalam penyelidikan terkait ambruknya beberapa lembaga pendidikan di Sampang, nantinya polisi akan berkoordinasi bersama pihak terkait termasuk tim ahli dan auditor. Hal itu untuk memastikan apakah kejadian tersebut murni bencana atau ada unsur pidana korupsi.

“Kita akan bekerjasama dengan pihak lembaga atau tim ahli maupun auditor, sekarang ini kita terus kembangkan kasus SDN Samaran 2 siapa saja aktor yang terlibat selain dua tersangka ini, sudah dikantongi nama-namanya tunggu saja nanti,” ungkapnya.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang tercatat ada dua kejadian sekolah ambruk selama awal tahun 2020. Yakni, SDN Gunung Kesan 1 Kecamatan Karang Penang dan SDN Samaran 2 Kecamatan Tambelangan.

Untuk kejadian ambruk dua ruang kelas IV dan V di SDN Samaran 2 terjadi pada Jumat 17 Januari 2020 sekitar pukul 10.00 WIB. Sekolah ini dilakukan rehab dengan nilai kontrak Rp 149.900.000 menggunakan DAU tahun anggaran 2017.

Kemudian, pada Jumat 21 Februari 2020 sekitar pukul 22.00 WIB, satu ruang kelas di SDN Gunung Kesan 1 Karang Penang juga mengalami hal sama. Sekolah ini dibangun menggunakan DAK tahun 2014 dengan nilai kontrak yang belum diketahui.

Setelah sekian tahun dari pengerjaan dua gedung itu terdapat perubahan struktur atap bangunan sekolah, mulai dari melengkung ataupun oleng. Akibatnya ruang kelas tidak lagi ditempati kegiatan belajar siswa karena mengancam korban jiwa.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Sampang Nur Alam, mendukung langkah kepolisian dalam mengungkap kasus sekolah ambruk di wilayahnya itu. Saat ini dirinya selalu mengingatkan pihak pelaksana maupun konsultan pengawas agar bekerja sesuai prosedur dan aturan.

“Sudah kita ingatkan supaya kejadian sebelumnya tidak terulang lagi,” singkatnya.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.