Jalan Berlumpur Tak Tersentuh Dana Rp 36 Miliar

Jalan poros desa yang masih rusak dan berlumpur di Desa Batuporo Timur saat ditinjau anggota DPRD Sampang. Ruas jalan ini belum tersentuh perbaikan oleh pemerintah. (Ryan/MM).

Sampang, (Media Madura) – Pemerintahan Slamet Junaidi terus mengebut pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Setiap tahun, puluhan miliar digelontarkan untuk anggaran belanja infrastruktur.

Data yang diperoleh Media Madura, Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019 program peningkatan infrastruktur jalan kabupaten dianggarkan mencapai Rp 36 miliar. Kegiatan ini untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan sosial.

Miliaran rupiah pembangunan infrastruktur itu belum sepenuhnya mengatrol kondisi kerusakan jalan berlumpur yang berada di Desa Batuporo Timur, Kecamatan Kedungdung.

Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Perumahan Rakyat dan Penataan Ruang (PUPR) Sampang Hasan Mustofa, mengaku dana Rp 36 miliar hanya mencakup di 33 titik pengerjaan yang tersebar di 14 Kecamatan di Sampang.

“Perbaikan jalan berlumpur di Batuporo Timur itu nanti bertahap bukan tidak tersentuh, sejak akhir tahun 2017 lalu ada perbaikan disana cuman belum sampai di titik ruas itu karena ruas yang lainnya butuh penanganan juga,” terang Hasan, Jumat (10/1/2020).

Lantas kapan perbaikan jalan poros yang menjadi akses utama ke Desa Batuporo Timur-Batuporo Barat-Torjunan itu?

Hasan Mustofa menjelaskan, kerusakan jalan tersebut belum bisa diperbaiki tahun ini karena Dana Alokasi Umum (DAU) 2020 sudah ketok palu alias disahkan. Pihaknya akan menunggu bantuan keuangan Pemerintah Pusat untuk perbaikan.

“Kita inventaris dulu nanti dikoordinasikan, sementara untuk tahun ini belum bisa karena DAU sudah di tok, kalau ada Bankeu kita alokasikan perbaikan di Batuporo Timur, biasanya turun anggaran pada pertengahan tahun,” ucapnya.

Sementara keterangan warga, kondisi jalan rusak dan berlumpur menjadi langganan saat musim hujan. Bahkan hal ini terjadi sudah bertahun-tahun tanpa ada perbaikan dari pemerintah.

“Siapapun kepemimpinannya tetap sampai sekarang rusak, musim hujan semakin sulit akses warga, licin dan berlumpur, bersyukur jika yang melintas tidak jatuh, tapi bisa dilihat kondisinya parah sampai ujung jalan,” kata H. Ali (38) warga Batuporo Timur.

Ia berharap pemerintah tidak hanya fokus membangun infrastruktur kawasan perkotaan, namun pelosok desa juga perlu diperhatikan. Sebab, transportasi pedesaan yang semakin baik akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Reporter : Ryan
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.