Dua pelaku inilah yang nekat mengambil sapi milik Mutik karena dendam daun nangka, Senin. (11/11/2019). (Ryan/MM).

Sampang, (Media Madura) – Motif pencurian hewan sapi di Dusun Sargading, Desa Gersempal, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, dipicu masalah sepele. Hanya pernah ditegur mengambil daun nangka, pelaku mengajak temannya nekat mencuri sapi milik korban.

Pelaku adalah Abdul Aziz (37) dan Sholehudin (37). Dua pelaku asal warga Desa Gersempal ini diamankan polisi Kamis (7/11) kemarin setelah buron beberapa tahun. Aksi pencurian itu terjadi pada tahun 2014 lalu dini hari.

Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro, mengatakan dua pelaku mencuri sapi jenis Limosin milik Mutik di Dusun Sarganding, Desa Gersempal, tak jauh dari rumah Abdul Aziz.

Pencurian itu dilatarbelakangi motif dendam karena Sholehudin ditegur oleh Mutik gara-gara mengambil daun nangka miliknya tanpa ikhtikad baik.

“Maka itu pelaku merencanakan pencurian sapi milik korban, awalnya Sholehudin ini menghubungi Abdul Aziz untuk mencuri sapi, alasannya karena rumah Aziz dekat dengan rumah korban, motifnya dendam daun nangka,” kata Didit saat ungkap kasus di Mapolres Sampang, Senin ( 11/11/2019) siang.

Pelaku mencuri sapi dengan cara merusak gembok kandang. Mereka juga memotong tali untuk membawa kabur sapi dari dalam kandang.

Setelah berhasil mencuri sapi, kedua pelaku menjualnya dan uang hasil penjualan dibagi antara Sholehudin dan Abdul Aziz.

Sayangnya, aksi pencurian mereka terendus pihak kepolisian. Para pelaku justru kabur ke luar daerah, namun pada 7 November kemarin pelarian pelaku berakhir.

“Pelaku ini menjual sapi hasil curiannya sebesar Rp 8 juta, uangnya mereka bagi berdua, hasil curian itu ada yang dibayar untuk hutang dan sisanya masing-masing mendapatkan Rp 2 juta,” terangnya.

Dalam kasus pencurian hewan sapi, polisi mengamankan barang bukti berupa tali, celurit, dan gembok yang dirusak pelaku.

Dua pelaku dijerat Pasal 363 tentang tindak pidana pencurian dengan ancaman 7 tahun penjara.

Reporter : Ryan
Editor : Arif

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.