Ilustrasi kekeringan

Sampang, (Media Madura) – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang Anang Djoenaidi menyampaikan, jumlah desa di wilayahnya yang mengalami kekeringan tahun ini bertambah mencapai 64 desa tersebar di 9 kecamatan. Selasa (25/6/2019).

“Data ini sesuai laporan dari masing-masing kecamatan, jadi musim kemarau 2019 ada 64 desa di 9 kecamatan rawan kekeringan,” ucapnya.

Anang menuturkan, desa kekeringan pada tahun 2018 mencapai 42 desa di 12 kecamatan. Saat ini jumlah desa kekeringan di Sampang sudah meluas.

Ia menjelaskan, semakin meluasnya desa rawan kekeringan disebabkan oleh faktor geografis yakni ketersedian sumber air minim. Di sisi lain, upaya penanganan kekeringan yang dicanangkan Pemkab Sampang seperti pembangunan SPAM dan embung air, belum merata ke semua desa wilayah kekeringan.

“Soal bantuan droping air masih akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur karena BPBD tahun ini tidak menganggarkan untuk droping air, kini kita masih fokus melakukan pendataan wilayah kekeringan,” jelasnya.

Anang menambahkan, wilayah desa dapat dikategorikan rawan kekeringan saat kemarau, jika jarak permukiman penduduk relatif jauh dari keberadaan sumber mata air. Yakni, kategori kering langka jarak rumah warga sekitar 10 sampai 500 meter dari sumber mata air, kering langka terbatas bejarak 500 meter sampai 3 kilometer.

“Sedangkan untuk daerah kering keritis berjarak 3 kilo meter,” pungkasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor   : Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.