Wakil Ketua DPRD Sampang Abdus Salam memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (16/6/2019). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Wakil Ketua I DPRD Sampang Abdus Salam meminta panitia lelang atau Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Sampang harus profesional dalam melelang sejumlah paket proyek pembangunan. Ia menuding adanya plotingan paket proyek dalam realisasi anggaran tahun 2019.

“semua program kegiatan proyek baik sifatnya penunjukan langsung (PL) maupun kontraktual sudah di ploting untuk oknum kontraktor tertentu,” ujar Abdus Salam di ruang kerjanya, Rabu (16/6/2019).

Menurut Abdus Salam, akibat adanya plotingan proyek, dipastikan berdampak terhadap penyerapan anggaran yang kurang maksimal. Serta, menimbulkan persaingan antar kontraktor yang tidak sehat, dan akan menimbulkan efek yang tidak kondusif karena terjadi kecemburuan sosial.

“Kalau secara profesional, maka kualitas hasil pengerjaan maksimal serta kondusifitas akan terjamin. Dan bagi kontraktor yang kalah tender ya legowo karena sekarang sudah zamannya era transparansi,” jelasnya.

Dia berharap kepada panitia lelang LPSE, terutama Bupati maupun Wakil Bupati selaku pemegang kebijakan tertinggi agar tidak lagi diberlakukan ploting proyek, dan semua harus berjalan secara transparan.

Berdasarkan hematnya, postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) TA 2019, untuk kegiatan fisik yang sifatnya kontraktual yaitu mencapai 60 persen. Sedangkan yang bersifat PL yaitu mencapai 40 persen.

“Yang jelas posturnya lebih banyak yang lelang daripada PL,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi Kabag Barjas Sekretariat Pemkab Sampang Cholilurrahman belum bisa memberikan jawaban terkait peluncuran pengerjaan proyek TA 2019.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.