Ilustrasi (foto: reuters)

Pamekasan, (Media Madura) – Terhitung sejak Tahun 2017 hingga 2018 Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, tidak terserap.

Dikatakan oleh Kepala Disnakertrans Pamekasan, Arif Handayani, DBHCHT itu untuk keluarga miskin sesuai bank data dari Kementerian Sosial (Kemensos). Namun di Kabupaten beraligan Gerbang Salam tidak memenuhi syarat lantaran data warga miskin dari Kemensos sudah kurang valid lantaran para penerima di bawah sudah tidak termasuk warga miskin lagi.

“Tidak terserapnya dana tersebut lantaran terkendala regulasi. Dimana, dalam aturan disebutkan bahwa penerima warga miskin,” katanya, Rabu (7/2/2019).

Arif berinisiatif, bagi calon-calon penerima yang telah mengirim proposal akan dibuatkan surat Keputusan Bupati (SK), namun hal itu terbentur dengan ketentuan. Yakni penerima harus sesuai dengan data dari Kemensos, sedangkan data dari Kemensos tidak masuk kategori lagi setelah dilakukan verifikasi dari Dinas Sosial (Dinsos).

“Kita selesaikan semua, tapi menit-menit akhir ada ketentuan dari provinsi (Jawa Timur) bahwa penerima dana hibah harus sesuai dengah data Kemensos,” tambahnya.

“Akibatnya, dana itu tidak bisa direalisasikan. Padahal, sudah banyak proposal masuk ke kami,” sambung Arif.

Seperti diketahui DBHCHT untuk Tahun 2018 sebesar Rp 200 juta, bantuan tersebut tidak lagi berupa uang dan barang sebagaimana tahun sebelumnya, melainkan semuanya berbentuk uang.

Reporter : Ahmad Rifqi
Editor : Ist

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.