Pamekasan, (Media Madura) – Proyek pelabuhan Batu Kerbuy di Kecamatan Pasean, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, memantik sorotan warga.

Pasalnya, pelabuhan berstandar nasional yang terletak di Desa Batu Kerbuy itu hingga kini tidak jelas nasibnya. Sejak dibangun tahun 2006, proyek pelabuhan tersebut sudah menelan anggaran sebesar Rp 300 miliar.

Pantauan mediamadura.com di lokasi, beberapa titik bangunan mulai retak, lampu penerangan sepanjang palabuhan mati, tiang lampu karatan, dan sejumlah fasilitas lainnya tampak tak terawat.

Bahkan, tidak tampak aktivitas berarti di sana sebagai pelabuhan nasional atau pelabuhan pada umumnya yang melayani pelayaran.

Hanya terlihat sejumlah perahu yang diikat ke beton dermaga. Kebetulan, saat itu cuaca sedang tidak bersahabat bagi para nelayan di sana.

Salah seorang pengunjung, Miftahul Arifin, meminta pelabuhan Batu Kerbuy diaudit khusus sebelum kembali mendapat kucuran dana segar. 

“Sangat penting audit dilakukan,” kata warga asal Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Pamekasan itu.

Kepada mediamadura.com dia mengaku ingin melihat langsung kondisi pelabuhan Batu Kerbuy. Karena itu, ia datang bersama sejumlah teman lainnya.

Ia juga mengaku kaget setelah tahu kondisi sebenarnya pelabuhan. Menurutnya, kondisi pelabuhan mengkhawatirkan bagi pengunjung yang datang lantaran di beberapa titik mulai rusak.

“Kalau sampai saat ini, belum beroperasi, terus fungsi ada pelabuhan apa,” keluhnya.

Kepala Dishub Kabupaten Pamekasan, Ajib Abdullah mengaku tidak bisa berbuat banyak atas pelabuhan Batu Kerbuy sebelum ada pelimpahan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. “Kami tak bisa berbuat apa-apa,” kilah Ajib.

Terpisah, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Pamekasan, Ismail menuding pemerintah abai terhadap pelabuhan Batu Kerbuy. Buktinya, pelabuhan di Pantai Utara itu tak berfungsi sebagaimana mestinya.

“Ini bukti kalau pemerintah tidak punya iktikad baik dan tidak serius mengelolanya. Padahal, sering kami soroti,” tegas Ismail.

Menurut Ismail, jika pelabuhan Batu Kerbuy betul-betul dikelola dengan baik, warga sekitar akan merasakan dampaknya. Selain itu, juga mendatangkan pendapatan asli daerah (PAD) bagi Pemkab setempat.

Reporter : Zainol
Editor : Ist

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.