Salah satu pulau di Sumenep (dok/MM)

Sumenep, (Media Madura) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mengklaim wilayah kecamatan di kepulauan sudah terbebas dari kekeringan.

Kepala BPBD, Abd. Rahman Riadi mengatakan, pada musim kemarau sebelumnya, wilayah kepulauan masih ada daerah yang terdampak kekeringan, yaitu di Kecamatan Nonggunong dan Gayam di Pulau Sapudi.

“Tapi karena pada tahun 2017 sudah dilakukan pipanisasi dan pengeboran air bersih, maka daerah tersebut sekarang sudah tidak masuk rawan kekeringan,” ujarnya, Rabu (25/7/2018).

Lebih dari itu, Rahman menuturkan, cakupan daerah rawan kekeringan tahun ini juga secara umum sudah berkurang, dari sebelumnya tersebar di 37 Desa, kini menjadi 27 Desa. 

Dari 27 Desa terdampak kekeringan, 10 Desa dikategorikan kering kritis, dan 17 Desa lainnya kering langka. Semuanya tersebar di 10 kecamatan, di antaranya di Kecamatan Pasongsongan, Batuputih, dan Rubaru.

Sejauh ini, lanjut Rahman, pihaknya telah melakukan suplai air ke daerah-daerah kering kritis, seperti ke Desa Prancak, Montorna, Lebbeng, Basoka, Batuputih Daya, dan Desa Bulla’an.

“Doping air menjadi solusi jangka pendek. Sementara untuk jangka menengah dan panjang, kami sudah berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait untuk program pipanisasi dan penyediaan tandon di daerah,” ungkapnya.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.