Polisi mendatangi rumah kontrakan bocah penjual gorengan di Sampang, Jumat (20/7/2018). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Kisah Eva Zuhlianti Sari (12), seorang bocah penjual gorengan asal warga Kota Sampang, Madura, Jawa Timur, terus menjadi perbincangan masyarakat khususnya warga Madura.

Setelah viral di media sosial (medsos), anak tiri pasangan Rohman (45) dan Hosna (38) ini akhirnya dikunjungi pihak Kepolisian Resor Sampang dan Pemerintah setempat, Jumat (20/7/2018) siang pukul 13.00 WIB.

Mereka mendatangi rumah kontrakan barunya di Jalan Tengku Umar, Kelurahan Gunung Sekar, Kota Sampang.

Informasi di lapangan, bocah perempuan yang menjajakan gorengan di wilayah Kota Sampang sejak sore hari hingga larut malam itu terkadang berjualan dengan kakaknya, Lintang Mahendra Saputra (13). Keduanya merupakan anak putus sekolah.

Kasat Binmas Polres Sampang, AKP Heri Darsono, mengatakan maksud dan tujuan kedatangannya bersama petugas gabungan tersebut ingin memberikan teguran terhadap pihak keluarga. Sekaligus meminta izin agar bocah belasan tahun itu sementara dibina oleh pemerintah dan dititipkan di Rumah Perlindungan Sosial (RPS) Jalan Mutiara, Kelurahan Banyuanyar, Sampang.

“Saat ini kedua bocah yang sempat viral itu dititipkan di RPS milik Dinas Sosial, supaya hak dan kewajiban belajar tetap dimiliki oleh anak tersebut,” ungkap Heri mewakili Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman, Jumat (20/7/2018).

Heri mengatakan, sebelum insiden itu ramai di medsos, pihaknya sudah bertindak dan mendatangi orangtua Eva dan Lintang. Orangtuanya bahkan sanggup untuk tidak memaksa anak bocah belasan tahun itu berjualan dan kembali bersekolah. Namun, sepekan berlalu teguran dari petugas. Bocah itu tetap dipaksa berjualan.

“Petugas sebenarnya sudah memberikan bantuan termasuk alat kelengkapan sekolah, ternyata masih berjualan lagi, maka itu kita langsung bertindak atas perintah Kapolres dan Bupati Sampang,” jelasnya.

Dijelaskan Heri, petugas saat akan menjemput bocah tersebut mengalami kesulitan mencari keberadaannya. Karena awalnya bocah itu berada di rumah kontrakan lama Jalan Garuda.

Sesampainya di lokasi, Eva dan Lintang tak lagi tinggal bersama orangtua. Dia tinggal di kontrakan baru di Jalan Tengku Umar. Bahkan setelah diselidiki, kedua orangtuanya menelantarkannya di kontrakan baru. Hanya dibekali hp sebagai alat komunikasi dan beras untuk dikonsumsi.

“Kita selidiki dari keterangan pemilik kontrakan, ternyata anak ini diusir oleh orangtuanya dari kontrakan lama dan tinggal di Jalan Tengku Umar,” tuturnya.

Dalam waktu dekat, petugas gabungan akan memberikan tindakan terhadap orangtua untuk memulangkan ke tempat tinggalnya. Apalagi, mereka bukan tercatat sebagai warga Kabupaten Sampang melainkan hanya pendatang. Sedangkan kedua anak itu merupakan anak kandung dari Ibu Hosna, dan Rohman adalah ayah tiri.

“Orangtua sampai saat ini belum datang, nanti kalau sudah ada kita beri tindakan karena tidak punya KTP Sampang serta tidak punya surat nikah, Satpol PP akan bertindak,” tegasnya.

Petugas gabungan yang mendatangi anak itu diantaranya, Polres, Satpol PP, Dinas Sosial, Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Sampang.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.