Siswa kelas IV SDN Tambelangan 2 Kecamatan Tambelangan Kabupaten Sampang terpaksa belajar di halaman parkir motor, Senin (16/7/2018). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Hari pertama tahun ajaran baru berlangsung hari ini, Senin (16/7/2018). Siswa mulai bersiap masuk ke ruang kelas untuk menerima pelajaran. Namun, tidak bagi puluhan siswa di SDN Tambelangan 2, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Penyebabnya adalah lantaran pembangunan rehab gedung sekolah luput dari waktu deadline sebelum hari efektif sekolah. Gedung sekolah itu sebelumnya ambruk karena usia bangunan.

Hingga kini, pengerjaan ruang kelas masih berjalan. Padahal, pihak rekanan pelaksana berjanji akan menyelesaikan rehab gedung sekolah sesuai kesepakatan dengan Dinas Pendidikan Sampang pada Sabtu (14/7) kemarin.

“Saat ini KBM belum efektif sepenuhnya, mungkin besok Selasa (17/7), karena sekolah masih mempersiapkan bangku dan meja, serta mau bersih-bersih ruang kelas,” ungkap Kepala SDN Tambelangan 2 Siti Hikmatul Hasanah, Senin (16/7/2018).

Hikmatul menjelaskan, proses belajar belum berjalan maksimal. Alasan itu bukan tanpa sebab karena pembelajaran tidak menggunakan papan tulis. Siswa hanya membaca dan mengerjakan soal yang ada di buku mata pelajaran (mapel).

Untuk itu, pihaknya masih menunggu pengerjaan rehab selesai. Sebab, tidak ada lagi ruang yang bisa ditempati untuk belajar. Sehingga, terpaksa siswa kelas II, III dan IV harus belajar di luar. Untuk siswa kelas II, III belajar di teras rumah warga sedangkan, siswa IV menempati tempat parkir sekolah.

“Mudah-mudahan cepet selesai, murid yang belajar diluar berjumlah 55 anak, terdiri kelas II 15 siswa, kelas III 21 siswa dan kelas IV 20 siswa,” katanya.

Sementara itu, Moh. Salim rekanan pelaksana mengklaim bahwa progres pengerjaan sudah masuk tahap finishing. Seperti pemasangan atap plafon, pemasangan lampu, bersih-bersih bahan material dan semacamnya.

Dirinya menyatakan bahwa pemasangan atap plafon sudah selesai pada minggu (15/7) kemarin. Namun pengawas dari Disdik meminta agar pemasangan plafon ditunda. Karena, Pj Bupati akan melihat kualitas bangunan dan kayu yang digunakan untuk kerangka atap.

”Secepatnya pengerjaan akan kami selesaikan sesuai dengan perencaan, karena kami juga tidak tega melihat siswa belajar di luar,” tutur Salim yang juga Dewan Pendidikan Sampang.

Terpisah, Pj Bupati Sampang Jonathan Judianto menegaskan agar pengerjaan rehab sekolah tersebut harus dikerjakan seauai dengan perencanaan, kualitas bangunan terjamin dan selesai tepat waktu. Tujuannya, agar gedung bisa ditempati sebagai ruang belajar.

”Hari ini (kemarin. Red) saya bersama Sekda akan kelokasi untuk melihat pengerjaan rehab sekolah itu,” tandas Jonathan ditemui usai rapat paripurna di gedung DPRD Sampang.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.