KOMPAK: Para Alumni SMPN 1 Pamekasan Tahun Lulusuan 1992 melakukan foto bersama di GOR SMPN.

Pamekasan, (Media Madura) – Reuni akbar oleh alumni SMPN 1 Pamekasan tahun lulusan 1992 telah selesai digelar di GOR SMPN di Jalan R. Abd Azis, pada Minggu, (17/6).

“Undangan, dari sekitar 300 alumni, undangan yang berhasil disebar sekitar 200. Yang hadir kurang lebih 170 alumni. Guru dan mantan guru, 30 yang diundang, 20 yang hadir,” kata Ketua Panitia, Dwi Budayana Eka D kepada mediamadura.com, Selasa (19/6).

Reuni teman sekolah tingkat pertama ini berlangsung khidmat dan mengharukan. Mengingat, sejak tahun 1992 tak bersua. Kini, bertemu kembali setelah 26 tahun berpisah. Apalagi, digelar untuk kali pertama.

Menurut Dwi, para alumni yang datang dari seluruh penjuru nusantara. Bahkan, alumni dari luar negeri turut hadir meramaikan acara ini. Mereka semua merantau untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Alhasil, kini profesi mereka bermacam-macam, mulai PNS, Pati dan Pamen TNI/Polri, wiraswasta, pegawai swasta/BUMN hingga politikus.

“Yang datang dari mancanegara cuma Malaysia dan Afrika Selatan,” ungkapnya.

Sebenarnya, imbuh Dwi, teman sekolahnya juga ada yang merantau ke Singapura, Qatar dan Arab Saudi. Hanya saja, mereka berhalangan hadir dan telah memberitahukan sebelumnya.

Setelah dipertemukan kembali, tidak sedikit di antara mereka yang mangaku lupa nama dan lupa wajah. Di antara mereka pun sudah ada yang punya anak dengan jumlah vareatif, bahkan ada yang punya cucu.

“Ternyata, rata-rata masih ingat. Meski lupa namanya, tapi ingat wajahnya,” jelas Dwi.

Dwi mengungkapkan, digelarnya reuni akbar tersebut untuk mempererat tali silaturahmi antar alumni. Terlebih, masih dalam momentum hari raya Idut Fitri. Menurutnya, kegiatan ini tidak selesai sampai di sini saja.

“Reuni ini sebagai ajang silaturahmi, mempertemukan kembali. Tidak rutin. Reuni-reuni kecil mungkin ada ya, kelas, grup, gank dan lain sebagainya. Namun, yang sekarang adalah reuni akbar satu angkatan,” ujarnya.

Dwi mengakui tidak mudah mungumpulkan para alumni satu angkatan yang notabene tersebar di berbagai daerah dan terpisah hingga puluhan tahun. Kendala itu sudah dijumpai sajak 2017 lalu.

PEDULI GURU: Pemberian bingkisan oleh alumni tahun lulusan tahun 1992 kepada guru dan mantan guru SMPN 1 Pemekasan

“Persiapan dilakukan sejak tahun 2017, awal-awalnya kesulitan mengumpulkan data para alumni,” ulasnya.

Namun, berkat kekompakan semua panitia, reuni akbar 2018 bisa terselenggara dengan lancar dan sukses. Semakin terharu, karena semua alumni larut dalam suasana suka cita penuh haru.

“Dana murni kontribusi dari alumni, tanpa sponsor,” tegas Dwi.

Dia melanjutkan, reuni ini sekaligus titik awal melaksanakan program-program selanjutnya. Setidaknya, ada beberapa poin yang ditelurkan menjadi program para alumni lulusan 92 ke depan.

Pertama, memberikan bantuan kepada teman-teman yang kurang mampu. Kedua, memberikan kontribusi, baik itu ide, materi maupun fisik terhadap almamater.

“Kesannya, baik dari guru maupun peserta adalah baik dan sukses,” tuturnya.

Siti Wakiatul Hakimah, satu di antara peserta reuni mengaku sangat bahagia bisa bersua dengan teman-teman satu angkatan.

“Terima kasih atas kerja keras dan kerja cerdasnya. Reuninya menyenangkan, tanpa sekat, tanpa beban. Semoga kelak kita bisa berkumpul kembali,” harapnya.

Di akhir acara, panitia alumni memberikan bingkisan dan tali asih kepada guru dan mantan guru di lembaga tersebut.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.