Sumenep, (Media Madura) – Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, Busyro Karim menyebut, potensi penyaluran zakat di daerah setempat atau bahkan secara nasional belum tergarap maksimal.

Padahal menurut mantan Ketua DPRD Sumenep dua periode ini mengatakan, potensi zakat nasional bisa mencapai Rp 286 triliun akan tetapi hanya terealisasi Rp 5 triliun.

“Padahal zakat srategis sebagai salah satu cara mensejahterkan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara di Kabupaten Sumenep, studi Baznas Sumenep menunjukkan, bahwa potensi zakat profesi (khusus ASB) bisa mencapai Rp 853 juta. 

Namun, setiap tahun penghimpunan zakat dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) masih sangat rendah berkisar rata-rata Rp 65 juta dan tahun ini meningkat menjadi Rp 85 juta.

Kata Busyro, hal itu harus menjadi perhatian bersama agar di masa mendatang, otensi zakat fitrah khususnya kalangan ASN di Sumenep bisa lebih optimal.

“Zakat dalam islam termasuk rukun islam. Di dalam pembahasan fiqih kitab-kitab klasik, zakat dibahas begitu panjang lebar, baik syarat-syaratnya, kategorisasinya, subyek yang berzakat serta mustahiqqiin,” urainya.

Ia menegaskan, perintah zakat merupakan salah satu paling sering disebut di dalam Al-qur’an, sehingga perintah zakat itu selalu digandeng dengan perintah Salat, artinya Zakat merupakan realitas kebajikan sosial sekaligus kesalehan individual.

“Saya harap, kedepan masyarakat termotivasi untuk senantiasa berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan. Karena berdasar data PBS, pengeluaran masyarakat miskin 25 persen adalah untuk membeli beras. Sedangkan pengeluaran orang kaya malah 25 persen membeli pulsa,” kelakarnya.

Reporter : Rosy
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.