Bangkalan – Ilmu pengetahuan dan teknologi dunia saat ini semakin maju dan berkembang dengan pesat. Hal tersebut menuntut dunia perindustrian agar dapat menghasilkan produk yang berkualitas, khususnya dibidang pengecoran logam. Pengecoran logam yang sering dilakukan adalah metode pengecoran yang menggunakan cetakan pasir (Sand Casting).

Peneliti muda dari mahasiswa Universitas Negeri Malang (UNM) berhasil meningkatkan kualitas dan sifat mekanis hasil pengecoran paduan alumunium Silikon pada cetakan pasir. dengan bahan pengikat baru dari batu kapur yang mereka patenkan dengan nama lempung lokal Bangkalan. Mereka adalah tim yang beranggotakan Candi Galih Syaifullah, Ayik Bela Saputra Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin FT UM, dan Shabrina Ruhyatul Fauziyah Mahasiswa Pendidikan Teknik Kimia FMIPA UM.


Ayik Bela Saputra menjelaskan, kunci utama hasil pengecoran memiliki kualitas yang bagus. Diawali dari cetakan pasir yang bagus, memenuhi standar sifat mekanik dan permeabilitas cetakan.

“Jadi sebelum logam cair dituang kedalam cetakan cetakan harus memiliki persyaratan sifat mampu alir yang baik, kuat, tidak mudah rontok, kemampuan alir gas bagus dan mudah di bongkar. Kualitas pasir cetak yang bagus sendiri dipengaruhi oleh bahan pengikat salah satunya adalah bentonit yang umum digunakan pada industri pengecoran logam,” katanya.

Dari hasil penelitian yang dilakukan tim ini, hasil coran logam paduan Al-Si yang menggunakan cetakan pasir berpengikat lempung lokal Bangkalan memiliki jumlah cacat yang minim dan sifat mekanis tinggi. Data yang diperoleh dari uji tarik adalah 12,8712 Kg/mm2 dan nilai kekerasannya adalah 128,033 HV, mengalahkan pengikat bentonit dengan kekuatan tarik 10,1612 Kg/mm2 dan kekerasan 114,4 HV.

Candi ketua tim memaparkan, lempung lokal Bangkalan adalah sisa pecahan batu alam yang diperoleh Bukit Jaddih Pulau Madura tepatnya di Desa Parsseh Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan. lempung lokal Bangkalan dapat dijadikan sebagai pengikat karena memeliki kandungan utama Calsium yang sangat tinggi.

Selain terbukti mampu meningkatkan kulitas dan sifat mekanis, harga lempung lokal Bangkalan juga lebih murah dari bentonit yang setiap tahunnya cenderung terus meningkat. Sabhri merinci, harga bentonit bisa mencapai Rp.10.000-Rp. 15.000 per kilogram. Sementara lempung lokal bangkalan hanya Rp. 5.000-Rp. 7.000 per kilogramnya.

Tim di bawah bimbingan dosen ahli Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., P.D. ini sukses didanai RISTEK DIKTI dalam Progam Kreatifitas Mahasisa Penelitian Eksakta (PKM-PE) 2017-2018, Harapan hasil penelitian ini dapat ditindak lanjuti, diterapkan, serta mendapat apresiasi positif dari dunia Industri pengecoran, serta pemerintah daerah Setempat.

Rilis

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.