Sumenep, (Media Madura) – Perkara dugaan penyimpangan Pengurusa. Sertifikasi Program Agraria Nasional (Prona) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur sepertinya bakal segera menyeret tersangka baru.

Pasalnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat akan segera menaikan status perkara tersebut ke tahap penyidikan umum dari sebelumnya berkutat di tingkat penyelidikan.

“Nanti kita tingkatkan ke penyidikan umum,” ujar Kepala Kejari Sumenep Bambang Panca Wahyudi Hariadi.

Menurut Bambang, jika pada akhirnya status penyelidikan naik ke penyidikan, maka status perkara itu sebagai langkah untuk mencari calon tersangka. “Ya, tersangkanya setelah penyidikan umum,” sambungnya.

Namun demikian, untuk menaikan status perakara itu pihaknya terlebih dahulu akan berkonsultasi dengan Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur.

“Tapi kita konsultasi dulu dengan pimpinan untuk ditingkatan,” tegasnya.

Disinggung apakah kasus tersebut akan merembet ke sejumlah desa penerima lain, pria asal Malang itu mengaku belum bisa memastikan. 

“Belum kita lihat, lihat posisinya. Saat ini yang kami tangani berdadarkan laporan dan informasi hanya tiga desa,” tandasnya.

Saat ini, kata Bambang, penyidik telah memeriksa sebanyak 30 calon saksi, mereka merupakan warga di tiga desa yang saat ini sedang dibidik Korps Adhyaksa, yakni Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget, Desa Aeng Panas dan Desa Prenduan Kecamatan Pragaan.

Reporter : Rosy
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan