Bangkalan, (Media Madura) – Madura United resmi melaunching tim untuk menghadapi musim kompetisi 2026-2027 di Pondok Pesantren Nurul Cholil, Bangkalan, Jumat (15/8/2026) kemarin.
Mengusung tema “Bersatu dalam Doa”, acara tersebut dihadiri ribuan santri dan berlangsung meriah sekaligus khidmat.
Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya anggota DPR RI Ra Hasani Zubair dan Bupati Bangkalan Lukman Hakim. Para pemain Laskar Sape Kerrab, baik lokal maupun asing, juga tampil berbeda. Mereka mengenakan peci putih dan sarung layaknya santri sebelum satu per satu menyapa ribuan santri yang memadati lapangan pesantren.
Presiden Madura United, Prof. Achsanul Qosasi, mengatakan pemilihan pondok pesantren sebagai lokasi launching bukan tanpa alasan. Menurutnya, Madura United ingin mengawali musim baru dengan silaturahmi sekaligus memanjatkan doa bersama para kiai dan santri.
“Kita pernah mengadakan hal seperti ini di Pamekasan. Waktu itu kita mencapai prestasi yang terbaik di Madura,” kata Prof. AQ sapaan Achsanul Qosasi.
Pada Liga 1 musim 2023-2024, Madura United memang pernah menggelar launching tim di Pondok Pesantren Al-Hamidy, Banyuanyar, Pamekasan. Saat itu, Laskar Sape Kerrab mampu mencatatkan prestasi terbaik dengan melaju hingga menjadi runner-up kompetisi.
Karena itu, tradisi tersebut kembali dihidupkan untuk menyambut musim 2026-2027. Kali ini, Pondok Pesantren Nurul Cholil dipilih karena lokasinya yang dekat sekaligus memiliki jumlah santri yang mencapai ribuan.
“Selain dekat dengan kami dan santrinya ribuan, luar biasa sambutannya tadi. Sehingga kami harapkan tentunya doa para santri, para kiai tadi yang telah bersama-sama kita berdoa untuk Madura United dikabulkan oleh Allah SWT,” ujarnya.
Prof. AQ berharap doa bersama tersebut menjadi awal yang baik bagi perjalanan Madura United musim depan. Ia menargetkan tim kebanggaan masyarakat Madura itu kembali mampu bersaing di papan atas.
“Sehingga kita akan menjadi lebih baik dan insyaallah kita bertarung lagi di papan atas di musim depan 2026-2027,” tuturnya.
Sementara itu, Prof. AQ juga menitipkan pesan kepada para santri Nurul Cholil agar terus istiqamah menjalankan perannya sebagai santri. Ia berharap dari lingkungan pesantren tersebut lahir generasi yang kelak mampu menjadi pemimpin Indonesia.
“Madura adalah santri. Suatu saat kalian adalah bagian dari pemimpin negeri ini. Insyaallah dari Nurul Cholil akan muncul pemimpin-pemimpin Indonesia yang baik ke depan, sehingga akan memperbaiki Madura dan akan memperbaiki Indonesia,” katanya.
Launching dengan konsep “Bersatu dalam Doa” pun menjadi simbol bahwa perjalanan Madura United menuju musim baru tidak hanya dipersiapkan dari sisi teknis dan komposisi pemain, tetapi juga diawali dengan silaturahmi serta doa bersama. (Znl/Arif)


