PKL Pamekasan (dok/MM)

Pamekasan, (Media Madura) – Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur memiliki banyak pasar tradisional yang menjadi tumpuan perekonomian masyarakat. Setidaknya setiap kecamatan terdapat satu pasar.

Masalahnya, perhatian dari pemerintah setempat sangat minim, sehingga membuat pengelolaan pasar tradisional di bumi Gerbang Salam tidak begitu maksimal. Akibatnya, pasar tersebut menjadi kumuh dan semrawut.

Salah satunya, pasar Palengaan, pasar Waru, dan pasar Gadin. Karena kurangnya perhatian dari Pemkab setempat membuat para pedagang berjualan di bahu jalan hingga menyebabkan kemacetan.

“Keberadaan pasar tradisional merupakan ruh untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di tingkat bawah. Namun, sejauh ini, masih belum bisa dirasakan secara maksimal oleh masyarakat,” terang anggota Komisi II DPRD Pamekasan, Harun Suyitno.

“Pasar tradisional memilki potensi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Tapi, itu tidak diimbangi dengan inovasi pengelolaan pasar dari pemerintah daerah,” tambahnya.

Politis Partai PKS tersebut berharap agar pengelolaan pasar tradisional lebih efektif, bahkan pihaknya menyarankan pemerintah daerah memasrahkan pengelolaan pasar kepada pemerintahan di tingkat desa.

Sebab, imbuhnya, desa memiliki dana desa (DD) yang juga berfungsi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa. Karena DD bisa juga dimanfaatkan untuk mengelola pasar tradisional yang ada di desa.

“Desa sudah bisa mengelola dana sendiri, hal itu bisa dimanfaatkan untuk mengelola pasar. Salah satunya bisa dikelola melalui Bumdes,” pungkasnya.

Reporter: Zubaidi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan