Syaiful Toriq kaus hitam saat ditemui calon wakil bupati Bangkalan Sudarmawan

Bangkalan, (Media Madura) – Meski sulit, Syaiful Toriq, 25 tahun, tetap berharap Pemerintah Indonesia bisa memulangkan jenazah ayahnya Zaini Misri.

“Agar bisa dikubur disini dan saya bisa takziah sepanjang waktu,” kata dia, Senin, 19 Maret 2018.

Zaini adalah TKI asal Bangkalan, Jawa Timur. Rumahnya dipinggir jalan Dusun Lembenah, Desa Kebun, Kecamatan Kamal. Zaini dipancung oleh pengadilan Arab Saudi pada Minggu pukul 11.00 waktu setempat.

Dia dituduh membunuh majikannya pada 2004. Empat tahun kemudian, pada 2008, Zaini divonis bersalah dan dijatuhi hukuman mati. Eksekusi pancung baru dilakukan setelah 14 mendekam dalam penjara.

Selama dipenjara, Syaiful baru dua kali bertemu ayahnya di penjara, terakhir pada 2002 silam.

“Ayah waktu itu berpesan agar saya jaga adik dan jangan bertengkar,” ujar dia.

Mustofa Kurniawan, 16 tahun, anak kedua Zaini, baru lulus SMA tahun lalu. Dia tak seberuntung kakaknya, belum sekalipun bertemu ayahnya.

Dia hanya menatap foto sang ayah yang tersimpan di hape sang kakak.

Penulis : Mukmin Faisal
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.