Kasus Ibu Diduga Bunuh Anak Kandung di Pamekasan, Hj. Ansari: Negara Harus Hadir

Must read

- Advertisement -
Redaksi
Redaksihttps://mediamadura.com
Media online yang menyajikan informasi seputar Madura. Bernaung dibawah PT Media Madura Group.

Pamekasan, (Media Madura) – Seorang ibu berinisial D.A yang diduga melakukan kekerasan terhadap anak kandungnya hingga meninggal dunia di Pamekasan menjadi perhatian Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Jatim XI Madura, Hj. Ansari.

Peristiwa yang terjadi di Desa Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Senin (17/8/2026) kemarin itu, menurut Hj. Ansari, perlu diusut secara menyeluruh. Tidak hanya terkait tindakan yang terjadi, tetapi juga kondisi yang melatarbelakanginya.

Hj. Ansari meminta polisi mendalami kemungkinan adanya tekanan psikologis, persoalan ekonomi maupun beban lain yang dihadapi D.A sebelum peristiwa tersebut terjadi.

“Ini tentu sangat memprihatinkan. Kami semua bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi sampai seorang ibu bisa berada dalam kondisi seperti itu terhadap anaknya sendiri,” katanya.

Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan itu juga mendorong pemeriksaan kejiwaan terhadap D.A dilakukan secara profesional. Terlebih, polisi menyebut terduga pelaku memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan akan menjalani pemeriksaan Visum Psikiatrikum.

Menurut Hj. Ansari, pemeriksaan tersebut penting untuk mengetahui kondisi psikologis D.A sekaligus menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Negara harus hadir. Kalau ada ibu yang menghadapi tekanan berat, jangan sampai mereka merasa menghadapi semuanya sendirian. Harus ada ruang untuk mendapatkan bantuan, pendampingan dan pertolongan,” ujar perempuan asal Pamekasan itu.

Sebagai Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari menilai perlindungan perempuan dan anak harus diperkuat, termasuk upaya pencegahan sejak dini ketika sebuah keluarga menghadapi persoalan berat.

Sementara itu, polisi telah mengamankan D.A dan masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi serta pendalaman perkara. Penyidik juga berencana melakukan pemeriksaan kejiwaan untuk memastikan kondisi psikologis terduga pelaku secara komprehensif. (Znl/Arif)

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article