Agus Sujarwadi

Pamekasan, (Media Madura) – Perusakan rumah kader Partai Gerakan Indonesia (Gerindra) yang saat ini menjadi anggota DPRD Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Taufiqurrahman, disikapi serius oleh ketua partai Gerindra A. Agus Sujarwadi.

Pasalnya dalam peristiwa perusakan tersebut selain menyebabkan hancurnya sejumlah barang berharga, juga ada ancaman pembunuhan oleh para pelaku.

Ancaman pembunuhan dan perusakan tersebut membuat anggota keluarga H. Taufiqurrahman mengalami trauma bahkan sebagian masih enggan untuk kembali ke rumahnya.

“Tindakan penyerangan dan perusakan rumah, apalagi melakukan ancaman pembunuhan yang disertai upaya, adalah pelanggaran hukum berat. Ini adalah tindakan kriminal yang brutal dan luar biasa,” katanya.

Agus juga menuturkan, pihaknya sangat serius menyikapi peristiwa tersebut dan meminta aparat kepolisian untuk menangkap para pelaku, agar menjadi pelajaran bagi para pelaku dan mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Tadi saya telah menghadap ke Wakapolres, bersilaturrahmi dan menyampaikan fakta-fakta yang ada tentang penyerangan itu. Kami berharap agar teman-teman di kepolisian sesegera mungkin menangkap para pelakunya,” urainya.

Seperti diberitakan sebelumnya, segerombolan preman yang telah merusak rumah anggota DPRD Pamekasan H. Taufiqurrahman yang terletak di Dusun Tinjang, Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan.

Pelaku diperkirakan berjumlah lebih dari 4 orang dan melakukan perusakan secara bersama-sama hingga menyebabkan kerusakan barang berharga di rumah tersebut.

Kepada mediamadura.com Taufiqurrahman, mantan ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Pamekasan ini, menceritakan masalah yang menjadi pemicu pengrusakan rumah miliknya tersebut.

Sebelumnya, adik iparnya menyewa mobil (rental) untuk digunakan ke luar kota. Dalam perjalanan, mobil tersebut mengalami kecelakaan hingga menyebabkan sejumlah penumpangnya mengalami patah tulang.

“Setelah kecelakaan itu pemilik rental meminta ganti rugi. Karena adik saya (ipar) belum punya uang maka dibuatlah pernyataan bahwa siap mengganti. Saat itu saya hanya sebagai saksi, ketika jatuh tempo justru rumah saya yang jadi sasaran,” katanya.

Dikatakan, adiknya bukan tidak mau membayar, tetapi sedang mengupayakannya dan meminta waktu agar uangnya cukup untuk memenuhi permintaan pemilik rental itu yang jumlahnya sekitar Rp 115 juta.

Dalam masalah tersebut, kata Taufiq sapaan akrabnya, ia hanya ingin membantu menyelesaikan persoalan tersebut dan menjadi saksi saat penandatanganan surat pernyataan itu.

“Tetapi tadi di rumah ngancam-ngancam dan malah melakukan perusakan. Ini kan sudah melanggar hukum,” tegasnya.

Pascainsiden perusakan yang membuat histeris seisi rumah dan sempat menjadi perhatian warga sekitar. Politikus Partai Gerindra ini langsung mendatangi Mapolres Pamekasan dan melaporkan tindakan kriminal yang dilakukan oleh segerombolan preman yang dibawa pemilik rental itu.

Ketua Fraksi Merah Putih DPRD Pamekasan ini juga menuturkan, sebagai wakil rakyat ia ingin mencontohkan, bahwa setiap masalah bisa diselesaikan dengan cara yang baik, bukan dengan cara-cara kekerasan apalagi melakukan pengrusakan.

“Ini jelas tindakan kriminal. Biar kasus ini ditangani Polisi dan pelakunya segera ditangkap untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” katanya Taufiq yang merupakan sarjana hukum ini.

Penulis : Ist
Editor : Arif

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.