Wisata ‘Lampu’ Bangkalan Tertutup Buat Umum

Bangkalan, (Media Madura) – Sabtu lalu, Polres Bangkalan silaturahim dengan wartawan dari dua organisasi: Wartatama dan Komunitas Wartawan Bangkalan. hadir juga Ketua PWI Bangkalan, Jimhur Saros.

Acaranya santai: gowes bareng, nyanyi, makan, ada doorprize puluhan handphone. Gathering dipusatkan di lokasi Mercusuar Desa Sembilangan.

Yang ikut gowes hanya Kapolres AKBP Anissullah M Ridha serta sejumlah perwira. dari jurnalis yang ikut gowes hanya seorang. Lainnya datang telat, kesiangan dan naik sepeda motor.

-Advertisement-

Polres datangkan penyanyi organ tunggal agar suasana tak jenuh, biduannya seksi. Setelah puas nyanyi, acara lanjut makan-makan. Hidangannya lapangan lele, dikonsep makan berjamaah, alas daun pisang. Beberapa ekor ayam, mencicipi duluan hidangan yang dimasak para polwan itu.

Kapolres Anis juga perkenalkan dua perwira baru Kabag Ops dan Kasatreskrim. Kasatreskrim dijabat AKP Jeni Aljauza, sebelumnya jabat Kasatreskrim Bojonegoro, ia juga pernah di Polres Sampang.

Mercusuar Sembilangan, satu obyek wisata di Bangkalan. Tapi sejak Januari 2017, tertutup buat umum, pintunya digembok, pengunjung tak boleh masuk dan naik ke puncak. Kabarnya larangan itu karena bangunan mercusuar mulai kropos, bahaya buat pengunjung.

Sejak ditutup, pedagang ngeluh sepi pengunjung. Namun tetap ramai di akhir pekan. pengunjung hanya foto-foto, selfie-selfie dan pulang. “Jarang yang beli,” kata Aminah, Penjual rujak di mercusuar.

Mercusuar Sembilangan tingginya 78 meter itu dibuat pada zaman ZM Willem III, salah seorang raja Belanda. Namanya terpahat pada dinding di atas pintu masuk.

Di bawah nama tercantum tahun pembuatan:1878. Hingga kini, menara ini masih difungsikan sebagai navigasi bagi lalu lintas kapal-kapal yang akan masuk ke Selat Madura.

Di Bangkalan, Mercusuar Sembilangan lebih masyhur disebut ‘lampu’. Sebab pada malam hari, lampu mercusuar akan menyala dan daya jangkaunya mencapai 45 mil.

Bila ingin berkunjung, jangan tanya mercusuar karena warga Bangkalan akan bilang tidak tahu. Tetapi bila menyebut ‘lampu’, warga akan menunjukkan arahnya.

Penulis : Mukmin Faisal
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.