Bangkalan, (Media Madura)- Pengurus Mabes K-Conk Mania berkumpul di Taman Paseban, Minggu malam, 3 Desember 2017. Mereka bahas isu penting, membangkitkan lagi klub kebanggaan Bangkalan Perseba 1970.

20-an korwil K-Conk juga ikut rembukan itu. Mereka turut diminta pendapat tentang cara menghidupkan kembali Perseba. Banyak yang terlambat karena dihadang hujan.

pertemuan digelar sederhana, duduk melingkar dekat gazebo Paseban. Presiden K-Conk, Jimhur Saros datang agak akhir, naik sepeda pancal.

Memet, pentolan K-Conk Mania, membuka diskusi. Dia bicara pakai megaphone. Setelah selesai dia berbisik pada saya. “Kentara sekali saya ini.bukam tukanh demo, pegang megaphone saja gemetar,” katanya sembari tertawa.

Selanjutnya giliran Jimhur Saros beri wejangan tentang pentingnya Perseba bagi K-Conk Mania. Intinya, bagaimana pun caranya Perseba harus bangkit lagi. Tanpa Perseba, K-Conk Mania ibarat ruh tapi tak punya tubuh.

“K-Conk lahir karena Perseba,” kata dia.

Diskusi dimulai, Memet jadi moderator, semua korwil diberi waktu menyampaikan uneg-uneg. Tapi gerimis turun, diskusi ditunda dan dipindah ke dalam Gazebo.

Ada yang usul bikin demo besar turun ke jalan, ada pendapat demo langkah terakhir, sebelum itu hearing dengan bupati dan DPRD. Ada juga usul bentuk kepanitiaan persiapan Perseba, mereka bertugas cari tahu peluang dan hambatan menghidupkan Perseba.

Semua usul itu bermuara pada satu mufakat: apa pun caranya, Perseba harus bangkit. Kata Memet “Pokoknya Perseba ada dulu, urusan prestasi nomor 100”.

Malam itu disepakati, langkah pembuka untuk kebangkitan Perseba adalah menyebar spanduk tentang impian Perseba bangkit.

Mabes K-Conk sediakan 15 spanduk bekas, tiap korwil dibebaskan menulis kata-kata tentang Perseba dengan pilox. Tapi baru tujuh spanduk tertulis, pilox habis. Spanduk bakal dipasang di seantero kota Bangkalan.

Korwil K-Conk sempat khawatir bila spanduk dipasang bakal asa yang menurunkan terutama satpol PP. Presiden K-Conk, Jimhur Saros pasang badan.

“Kalau satpol pp menurunkan, lawan. Bikin ribut, saya yang tanggung,” kata dia.

Memet sadar memanaskan isu Perseba jelang pilkada rawan dipolitisisasi. Namu ia memastikan K-Conk bukan alat politik dan gerakan mereka bukan gerakan politis.

“Tapi nanti, pasti ada saja pihaknya yang mengaitkan gerakan ini dengan politik, itu biasa, bagian dari resiko,” ucap dia.

Penulis : Mukmin Faisal
Editor : Arif

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.