Massa terlibat bentrok dengan aparat kepolisian

Pamekasan, (Media Madura) – Demo puluhan Pemuda di Kantor Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur berakhir bentrok dengan aparat kepolisian resor (Polres) setempat, Senin (4/12/2017).

Awal mula aksi itu memanas karena sejumlah massa memaksa masuk ke dalam ruangan. Massa tidak puas dengan jawaban pelaksana tehnis (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Mohammad Alwi.

“Tolong Pak Polisi kami hanya ingin masuk, jangan halangi kami,” teriak salah satu orator, Basri.

Sementara, mereka menganggap aparat menghalang-halangi demonstran untuk masuk kantor berpelat merah.

“Jangan-jangan polisi ini ada kerja sama dengan pihak pemerintah,” teriak Basri.

Puluhan pemuda itu menagih janji penanganan dugaan kasus pornoaksi yang dilakukan oleh oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di salah satu kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Sementara salah satu anggota Polres Pamekasan, Bambang I menyatakan, kepolisian hanya bertugas mengamankan jalannya aksi demo, tidak bisa memberikan izin masuk ke dalam.

“Saya dan anggota yang lain hanya mengamankan jalannya masyarakat yang menyampaikan aspirasi, tidak bisa lebih,” tegasnya ditengah-tengah massa.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.