KPU Sampang Copot PPS Double Job, Ini Identitasnya

Jumlah PPS di yang dicopot KPU Kabupaten Sampang sebanyak 12 orang

Sampang, (Media Madura) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur terpaksa mencopot sebanyak 12 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) terpilih karena diketahui double job seperti menjabat sebagai guru berstatus PNS atau bersertifikasi dan menjadi pengurus partai politik (Parpol).

Ke-12 anggota PPS itu tersebar di 10 Desa/Kecamatan di Kabupaten Sampang. Meski mereka belum dilantik, KPU melakukan perbaikan hasil tes wawancara calon anggota PPS dalam Pilgub dan Pilkada 2018 berdasarkan rapat pleno KPU Nomor 198/BA/XI/2017 tertanggal 18 November 2017.

Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Partisipasi Masyarakat KPU Sampang Miftahur Rozaq, mengatakan pergantian anggota PPS dengan peringkat tertinggi berikutnya dilakukan hasil rekomendasi Panwaslu Kabupaten Sampang Nomor 33/Bawaslu-Prov.JI-23/XI/2017.

“KPU terus melakukan pengkajian internal dan pleno terkait beberapa temuan itu, karena ini atas laporan masyarakat yang disampaikan ke Panwaslu, makanya perbaikan hasil tes wawancara calon anggota PPS ini sudah dilaksanakan sesuai rekomendasi,” singkat Rozaq, Senin (20/11/2017).

Sementara itu, Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran (HPP) Panwaslu Kabupaten Sampang Muhalli, menuturkan pihaknya melakukan kajian dengan merekomendasi penyelenggara pemilu agar nama-nama sesuai laporan masyarakat tersebut segera ditindaklanjuti.

Sebab, ada 12 anggota PPS diketahui melanggar aturan yakni merangkap jabatan. Alasan itu dikuatkan setelah adanya surat edaran Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang bahwa dilarang tenaga kependidikan baik guru PNS menjadi tenaga adhoc.

“Tentu Panwaslu tidak bisa melangkah tanpa ada laporan,” jelasnya.

Berikut nama-nama anggota PPS double job, pengurus parpol, hingga diganti.

1. Desa Birem Kecamatan Tambelangan

• Sebelumnya Mas’Ud diganti Mahfud, karena yang bersangkutan masih terikat atau terdaftar sebagai anggota Parpol dan mencalonkan pada Pileg 2014.

2. Desa Gunung Maddah Kecamata Kota Sampang

• Sebelumnya Selamed Giyanto diganti Moh Hamid, dan Imam Syafiih diganti Samsul Arifin. Keduanya diketahui PNS dilingkungan Dinas Pendidikan Sampang.

3. Desa Ketapang Daya Kecamatan Ketapang

• Sebelumnya Mahmud diganti Faisalo Candra Nugraha, karena menjadi anggota pengurus Parpol.
• Sebelumnya Hanafi diganti Ahmadi, karena tidak hadir saat tes wawancara.

4. Desa Sokobanah Tengah Kecamatan Sokobanah

• Sebelumnya Subairi diganti Muhammad, karena tidak hadir saat tes wawancara.

5. Desa Jelgung Kecamatan Robatal
• Sebelumnya Rudi Hawiyanto diganti Syaiful Imam, karena terbukti menjadi anggota pengurus Parpol dan mencalonkan pada Pileg 2014.

6. Desa Bapelle Kecamatan Robatal

• Sebelumnya Solihin diganti Ali Wafa, karena terbukti menjadi anggota Parpol.

7. Desa Trapang Kecamatan Banyuates

• Sebelumnya Agus Budiyanto diganti Sifiuddin, karena menjabat dua kali periode sebagai PPS.

8. Desa Tolang Kecamatan Banyuates

• Sebelumnya Sumairi diganti A. Farisi, karena menjabat dua kali periode sebagai PPS.

9. Desa Nepa Kecamatan Banyuates

• Sebelumnya Indah Pujiastutik diganti Moh Holly, karena memiliki hubungan perkawinan dengan penyelenggara pemilihan/pemilu lainnya.

10. Desa Tambak Kecamatan Omben

• Sebelumnya Musirri diganti Qurrotul Aini, karena mengundurkan diri.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.