Begini Jadinya Jika Upacara Menggunakan Bahasa Madura

Sumenep, (Media Madura) – Selalu saja ada yang beda dengan kegiatan-kegiatan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Maklum, Sumenep memang bekas kerajaan yang sebagian besar masyarakatnya masih bangga dengan itu. 

Tak terkecuali Pemerintah Kabupaten yang juga terus berupaya melestarikan budaya-budaya masa lalu, seperti bahasa Madura dan cara berpakaian. Diantaranya dilakukan saat menggelar Upacara Hari Jadi ke 748.

Jika biasanya upacara identik dengan prosesi militer dengan aba-aba tegas serta pakaian-pakaian rapi bersepatu. Maka beda dengan yang terjadi di Kabupaten paling timur pulau Madura ini.

Di Sumenep, upacara hari jadi justru digelar dengan cara yang sangat unik, dimana semua peserta yang terdiri dari Bupati, Wakil Bupati, Forpimda, Kepala OPD serta jajaran pejbat dan ASN menggunakan baju adat. 

Baju adat yang dipakai pun beraneka ragam sesuai dengan pangkat dan jabatannya, mulai dari baju adat Madura biasa, baju adat bangsawan dan baju kebesaran ala kraton Sumenep.

Lebih dari itu, bahasa aba-aba yang digunakan oleh para petugas upacara juga sangat unik, yakni menggunakan bahasa Madura, bahkan sambutan Bupati menggunakan bahasa Madura khas Sumenep yang dikenal halus (sopan).

Alhasil, upacara yang dipusatkan di halaman Kantor Pemkab Sumenep itu menarik perhatian khalayak umum lantaran kostum dan aba-aba upacara yang tidak biasa. 

Menurut Bupati Sumenep, A Busyro Karim, upacara dengan kostum adat dan aba-aba Bahasa Madura memang sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu setiap menggelar upacara Hari Jadi.

“Ini kita lakukan dalam rangka melestarikan budaya Sumenep serta membedakan dengan daerah lain di Jawa Timur bahkan di Indonesia,” kata Busyro Karim usai upacara. 

“Selain itu, budaya adalah kekayaan yang tidak bisa dihargai dengan apapun. Sehingga kita harus kita jaga jangan sampai tergerus oleh zaman,” imbuhnya.

Sebelum ini, rangkaian Hari Jadi Sumenep sudah diawali dengan prosesi Arya Wiraraja dan penyerahan pataka kepada Bupati Sumenep. 

Lalu dilanjutkan perintah Bupati untuk mengenakan baju adat bangsawan bagi ASN, pegawai BUMD dan Perbankan selama dua hari, dan rencananya akan dipungkasi dengan Rapat Paripurna Hari Jadi yang akan digelar di Pendopo Kraton Sumenep. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.