Sampang, (Media Madura) – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Malik Amrullah, melalui Kabid Bina Pemerintah Desa (Pemdes) Suhanto mengungkapkan, pencairan Dana Desa (DD) tahap kedua mengalami keterlambatan dari pemerintah pusat.

“Sampai saat ini DD tahap kedua belum cair, transfer dari pemerintah pusatnya lambat,” kata Suhanto, Jumat (27/10/2017).

Suhanto menjelaskan, ada 20 dari 180 desa di Sampang telah mengajukan pencairan DD termin kedua tahun anggaran 2017. Kendati demikian, masih banyak kepala desa (Kades) belum menyetor surat pertanggungjawaban (SPj) realisasi termin pertama.

“Tahap pertama 60 persen pencairan sudah selesai, realisasi juga sudah,”jelasnya.

Dirinya mengakui, DD tahap kedua belum dicairkan. Sebab dana masuk ke rekening daerah pada Senin (23/10) kemarin. Dari Kantor Pelayanan Pajak Negara (KPPN) Pamekasan melakukan survei terlebih dahulu. Mereka khawatir tidak sesuai dengan prioritas penggunaan dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDT).

”Butuh waktu lama. Setelah memantau dan melihat laporannya akhirnya ada rekomendasi untuk mencairkan termin kedua,” ujarnya.

Pihaknya memberikan deadline hingga November agar tidak terlambat. Sebab, rata-rata Kades memberikan menyetor SPj jika sudah mengajukan DD. Rata-rata setiap desa mendapatkan DD Rp 1,5 miliar. Terendah Rp 1,2 miliar dan tertinggi Rp 1,9 miliar.
Program prioritas 2017-2018 pada pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Meliputi pengembangan kawasan produk unggulan masyarakat, BUMDes, sarana olahraga, dan embung desa.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.