Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi

Sumenep, (Media Madura) – Dua pekan berperasi sejak penerbangan perdana pada tanggal 27 September 2017 lalu, jumlah penumpang pesawat komersil Bandara Trunojoyo Sumenep masih belum maksimal, khusunya rute Surabaya-Sumenep. 

Hal itu dikatakan Wakil Bupati Sumenep,  Achmad Fauzi, bahwa sejauh ini jumlah penumpang pesawat Wings Air (maskapai yang melayani penerbangan komersil) masih berkisar 50 orang dari kapasitas pesawat 72 penumpang.

“Untuk sementara, komunikasi kami dengan Wing Air, penumpang rute Sumenep-Surabaya rata-rata 50 sampai 70 orang. Tapi memang yang masih kurang ramai rute Surabaya-Sumenep, yang hanya sekitar 40 penumpang,” kata Achmad Fauzi, Rabu (11/10/2017).

Namun demikian, lanjut Fauzi, pihaknya akan terus berupaya memaksimalkan layanan penerbangan komersil Bandara Tronojoyo, tidak hanya Sumenep-Surabaya saja, tapi juga sebaliknya.

“Untuk itu, sampai akhir tahun ini, kita akan genjot dengan even-event, seperti kegiatan Hari Jadi Sumenep dan even lainnya, supaya penumpang dari pulau Jawa atau Jakarta dapat ramai dan full terus,” tuturnya. 

Menurut orang nomor dua di Sumenep ini, diakui atau tidak adanya layanan penerbangan komersil dari Bandara Trunojoyo ke Bandara Juanda Surabaya adalah satu kemajuan dalam hal transportasi udara di Madura.

“Sehingga saya optimis masyarakat Madura akan lebih tertarik mode penerbangan daripada jalur darat, khususnya masyarakat Sumenep dan Pamekasan sebagai kabupaten terdekat,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Bandara Trunojoyo Sumenep mulai beroperasi pada tanggal 30 pada 30 November 2010. Bandara satu-satunya di Madura ini awalnya hanya digunakan untuk sekolah penerbangan dan penerbangan perintis.

Namun pada tanggal 27 September 2017 Bandara Trunojoyo membuka jalur penerbangan komersial. Rute jalur penerbangan perdana adalah Sumenep-Surabaya dengan menggunakan ATR-72-600.

Bandara trunojoyo Sumenep memiliki landaran pacu 1600 meter x 30 meter dan dua apron. Untuk apron I seluas 40 meter x 40 meter. Lalu, apron II dengan luas 75 meter x 80 meter. Sementara itu, gedung terminal seluas 12 meter x 11 meter dan gedung operasional seluas 144 meter persegi.

Bahkan beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi saat berkunjung ke Sumenep juga mendarat di Bandara Trunojoyo dengan menggunakan pesawat kepresidenan.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan