Salah satu pulau di Sumenep (dok/MM)

Sumenep, (Media Madura) – Salah satu masalah yang digadang-gadang melekat terhadap daerah Kepulauan Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur adalah soal harga sembako dan BBM yang jauh melampaui daerah daratan.

Namun, kenyataannya tidak selalu begitu. Buktinya, beberapa pulau kecil nan jauh di sana, harga kebutuhan pokok sangat normal, bahkan beberapa komuditas malah lebih murah dibanding di daratan.

Perbandingan harga-harga tersebut diketahui saat mediamadura.com ini ikut serta dalam kegiatan Safari Kepulauan bersama Bupati dan Wakil Bupati Sumenep beberapa waktu lalu.

Pulau yang dikunjungi antara lain, Pulau Sepudi yang terdiri dari Kecamatan Gayam dan Nonggunong, Pulau /Kecamatan Raas, Pulau Saobi Kecamatan Kangayan Kepulauan Kangean, serta Pulau Saor Saebus Kepulauan Sapeken.

“Harga sembako biasa aja mas di sini, harga beras misalnya cuma Rp 9000-10.000 per kilogram, harga sembako lainnya juga tidak jauh beda dengan di daratan,” kata salah satu warga Pulau Sepudi, Ahmadi.

Di Pulau Raas, justru media ini mendapati harga salah satu merek rokok lebih murah ketimbang di daratan. Di toko-toko daratan rokok tersebut diecer Rp 2.500, tapi di sana hanya Rp 2.000, ada selisih Rp 500.

Setibanya di Pulau Saobi, media ini kembali mengonfirmasi prihal harga, namun lagi-lagi warga setempat mempertegas bahwa harga tidak semahal seperti yang selama ini dikira banyak orang.

“Nggak (mahal) mas, biasa aja. Memang beberapa barang harganya ada selisih dari daratan, tapi nggak seberapa, paling cuma lima ratus atau seribu,” ungkap Abdullah Saleh.

Sedangkan untuk harga BBM, Saleh menyebutkan, harganya juga tidak terlalu mahal. Harga solar yang menjadi kebutuhan utama warga setempat yang sehari-hari sebagai nelayan, diecer Rp 8.000, sedangkan bensin Rp 10.000 per liter.

“Kecuali harga pakaian mas, rata-rata harganya mahal. Karena, pedangang mengambil kesempatan dari apa yang kita butuhkan,” tutur seorang pemuda di Pulau Saor.

Tetapi, usut-punya usut, di balik harga sembako dan barang-barang lain yang terbilang murah, ternyata lantaran barang-barang tersebut bukan berasal dari daerah daratan Sumenep, melainkan didatangkan dari Pulau Jawa langsung.

“(Harga murah) karena kita kulakannya bukan dari Sumenep mas, tapi dari daerah Jawa seperti Situbondo dan Banyuwangi, kadang juga dari Panarukan (Buleleng, Bali),” kata Abdullah Saleh menjelaskan.

Pulau-pulau di Kepulauan Sumenep memang banyak yang secara geografis lebih dekat ke Pulau Jawa dan Bali ketimbang ke Sumenep. Bahkan konon, Pulau Masalembu lebih dekat ke Kalimantan daripada ke Sumenep.

“Seandainya semua kolakan barang ke Sumenep daratan, mungkin bisa mahal-mahal mas, karena faktor jarak tempuh. Tapi pedagang-pedagang disini sudah pintar, kalau ada yang lebih dekat dan bisa murah kenapa mencari yang dekat dan mahal,” canda Saleh.

Namun demikian, perbandingan harga ini tidak bisa dijadikan acuan untuk mengeneralisir harga-harga di semua Kepualauan di Sumenep murah. Ini hanya informasi harga di beberapa pulau saja.

Terlebih, Sumenep memiliki ratusan pulau, dan yang pasti setiap pulau atau Kepulauan tidak sama, terutama secara geografis dan transportasi yang memang paling dominan mempengaruhi harga-harga di wilauah Kepulauan.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan