STAIN Pamekasan menggelar Focus Group Discussion guna percepatan transformasi ke IAIN, Sabtu (23/9/2017) pagi.

Pamekasan, (Media Madura) – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan, Madura, Jawa Timur bergerak cepat untuk mentransmorasikan lembaganya menjadi IAIN. Dengan cara menggelar Focus Group Discussion, Sabtu (23/9/2017).

Kegiatan yang ditempatkan di Gedung Multi Center kampus itu, menghadirkan narasumber dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) dan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Dari KemenPAN-RB hadir Asisten Deputi Asesmen dan Koordinasi Kelembagaan, Roro Vera Yuwantari, sementara dari Kemenag RI dihadiri Ahmad Firyawan.

Focus Group Discussion diikuti seluruh pimpinan, kepala jurusan, kepala prodi dan dosen STAIN Pamekasan.

Menurut Ketua STAIN Pamekasan, Mohammad Kosim, perubahan kelembagaan menjadi IAIN sudah lama didambakan dan menjadi komitmen bersama sejak awal. Sebab, bukan hanya pimpinan dan para dosen, mahasiswa juga memiliki keinginan yang sama.

Sehingga, kegiatan-kegiatan macam ini sangat diperlukan guna mengukur sejauh mana kesiapan dan kelayakan kampus yang berlokasi di Jalan Panglegur KM 04, Kecamatan Tlanakan menjadi IAIN nantinya. Utamanya mengenai Sumber Daya Manusia (SDM).

“Visitasi tentang kelayakan menjadi IAIN. Harapan, semoga tahun ini sudah (transformasi ke) IAIN,” harap Mohammad Kosim, Sabtu (23/9/2017).

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan