Pamekasan, 3/8 (Media Madura) – Kedatangan Kepala Desa (Kades) Mapper, Kecamatan Proppo, Kabupaten Madura, Jawa Timur, Moh Ridwan disambut oleh warganya, Kamis (3/8/2017) malam.

Moh Ridwan merupakan satu di antara lima orang yang lolos dari jeratan hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap penyelewengan dana desa.

“Semua yang berada di sini hanya terharu, Pak Klebun (Kades) hanya bilang terima kasih atas doanya kepada warganya,” kata salah satu warga setempat, Elman, Kamis (3/8/2017) malam.

Dari awal, Elman sudah yakin jika Ridwan yang saat ini menjabat ketua Persatuan Kepala Desa (Perkasa) se Kabupaten Pamekasan terbukti tidak terlibat dalam kasus tersebut.

“Bapak Kades atas kasus OTT KPK kemarin memang tidak terlibat atau tidak tahu,” katanya.

Dalam kerumunan ribuan warganya Ridwan tidak bisa berkomentar apa-apa, hanya tetesan air mata yang terus mengalir. Bahkan beberapa warganya histeris menangis karena terharu.

KPK mengamankan 10 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) dugaan kasus suap pengamanan perkara penyelewengan dana desa, Rabu (2/8/2017) kemarin. Lima orang ditetapkan sebagai tersangka, sementara lima lainnya dipulangkan karena tak terbukti bersalah.

Lima orang yang ditetapkan tersangka adalah Bupati Pamekasan Achmad Syafii, Kajari Pamekasan Rudi Indra Prasetya, Kepala Inspektorat Sujipto Utomo, Staff Inspektorat Noer Sholehuddin dan Kades Dasok Agus Mulyadi.

Sementara lima lainnya yang dipulangkan masing-masing, Kasi Pidsus Kejari Pamekasan Eka Hermawan, Kasi Intel Kejari Pamekasan Soegeng Prakoso, staf Kejari Indra Permana, staf Inspektorat Margono dan Kades Mapper Moh Ridwan.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi