Sampang, 20/7 (Media Madura) – Seorang oknum polisi dari Polres Sampang, Madura, Jawa Timur inisial RE diduga terlibat kasus sabu yang ditangkap Satnarkoba Polres setempat, saat ini masih menjalani proses penyidikan dan terancam dipecat dari kedinasan.

Kepala Kepolisian Resor Sampang, Ajun Komisaris Besar Polisi Tofik Sukendar menerangkan, peredaran narkoba di wilayahnya itu menjadi atensi penindakan hukum tak terkecuali oknum anggota maupun masyarakat sipil.

“Yang jelas kita akan melakukan tindakan tegas bagi siapa saja yang terlibat kasus narkoba,” tegas Tofik saat dihubungi mediamadura.com, Kamis (20/7/2017).

Tofik mengungkapkan, pemberian sanksi akan disesuaikan ketentuan acuan penindakan terhadap pelanggaran tersebut yakni KUHP, Kedisiplinan, dan Kode Etik. Untuk itu, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap RE. Bahkan, sampai saat ini RE masih menjalani hukuman di sel tahanan dan diperiksa bagian Provos Polres Sampang.

“Keterlibatan oknum anggota masih kita periksa dulu dan pemberkasan, bagaimana nanti hasil pemeriksaan lanjutan, kalau harus di pecat atau PDTH akan kita lakukan,” ungkapnya.

Sebelumnya, RE anggota berdinas di polsek pantura dari Polres Sampang diringkus Satreskoba Polres Sampang karena diduga terlibat perederan narkoba, serta bersama dengan seorang wartawan media online inisial JS, pada Rabu 28 Juni 2017.

Penangkapan dua tersangka setelah polisi berhasil melakukan pengembangan dari penangkapan Fahad (33) warga Desa Gunung Maddah Kota Sampang. Polisi menyita sejumlah barang bukti dengan total 15 poket sabu-sabu siap edar atau seberat 4 gram, lengkap dengan alat bong.

Mereka dijerat pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 jonto pasal 132 ayat 1 Undang–Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan