Pamekasan, 31/3 (Media Madura) – Ketua STAIN Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Mohammad Kosim berharap penerjemahan Al-quran ke dalam bahasa Madura bisa tuntas dalam waktu 2 tahun ke depan. Setelah menjalin kerja sama dengan Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Kemenag RI.

Pada, Rabu (29/3/2017) lalu, Ketua STAIN Pamekasan, dan Kepala Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Kemenag RI, Choirul Fuad Yusuf, menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di Auditorium Multi Center, STAIN Pamekasan.

“Dalam kerja sama ini, kita harapkan program penerjemahan (Al-quran) ke dalam bahasa Madura bisa tuntas selama 2 tahun ke depan,” kata Kosim.

Dua tahun itu, jelas Kosim, setahun untuk proses penerjemahan Al-quran. Sementara, di tahun kedua untuk validasi hingga penerbitan.

“Kami (STAIN Pamekasan.red) diajak kementerian untuk bersama-sama menerjemahkan Al-quran ke dalam bahasa Madura,” imbuhnya.

Mantan Direktur Pascasarjana STAIN Pamekasan ini, menjelaskan tentang tujuan penerjemahan tersebut. Menurutnya, selain mudah dipihamai, juga lebih mendekatkan diri kepada masyarakat Madura.

Diakui Kosim, memang hingga kini Al-quran dengan terjemahan bahasa Madura belum ada. Padahal, bahasa daerah termasuk bahasa Madura penting. Terlebih, bahasa Madura menempati posisi ketiga setelah bahasa Sunda dan Jawa.

“Tutur kata bahasa Madura sangat banyak. Makanya, kementerian menggandeng kami agar program ini segera tuntas,” tandas Kosim.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan